(Taiwan, ROC) - Perihal insiden dihapuskannya lukisan bendera nasional Republik Tiongkok seorang murid warga Taiwan di atas sebuah patung sapi dalam kegiatan promosi daging sapi di Rockhampton, Queensland, Australia, perwakilan Taiwan di Brisbase telah meminta pemerintah Australia dan pihak sponsor kegiatan untuk menghormati nilai kebebasan, demokrasi dan penghormatan multikultur, menolak intervensi politik dalam kegiatan budaya.
Juru bicara Kementrian Luar Negeri (MOFA) Andrew Lee (李憲章) hari Kamis, 10 Mei, mengemukakan, berbagai tindakan yang dilaksanakan Daratan Tiongkok dalam upaya menekan ruang internasional Taiwan telah membangkitkan ketidakpuasan rakyat Taiwan, apalagi kalau tindakan tersebut dilaksanakan terhadap seorang anak kecil dalam suatu kegiatan budaya.
Lee mengatakan, “Di sini kami sampaikan penyesalan dan ketidakpuasan. Di banyak negara bebas dan demokratis, ini adalah hal yang tak terbayangkan. Bersikap tidak sopan terhadap tamu lain di rumah orang lain, ini adalah tindakan kasar yang tidak bisa ditoleransi.”
Menurut Lee, kepala perwakilan Taiwan di Brisbase telah secara khusus meneleponi orang tua anak tersebut untuk menyampaikan keprihatinan. Pihak orang tua sangat mengapresiasi upaya pemerintah Taiwan melindungi kedaulatan negara dan bersuara demi masyarakat perantau.