(Taiwan, ROC) – Kementrian Perekonomian memutuskan untuk memberikan tambahan upah gaji sebesar 3,2% bagi karyawan di Perusahaan Listrik Nasional (Taipower) dan Perusahaan Minyak Nasional (CPC). Perdana Menteri William Lai pada hari Rabu tanggal 9 Mei menyampaikan bahwa tahun lalu pemerintah telah menaikkan upah gaji pegawai negeri sebesar 3%, sehingga perusahaan BUMN juga harus menghadapi hal yang sama, dimana menaikkan upah gaji adalah sebuah hal yang baik. PM William Lai menyebutkan dari data statistik DGBAS, diketahui terdapat sebanyak 50% perusahaan swasta yang juga akan ikut menaikkan upah gaji mereka. Untuk itu dirinya juga meminta semua perusahaan swasta dapat ikut serta dalam kebijakan pemerintah.
PresDir CPC Tai Chein saat diwawancara oleh media menjelaskan bahwa perusahaan BUMN yang berada di bawah Kementrian Perekonomian akan melakukan perhitungan secara menyeluruh di lapangan berkenaan dengan kebijakan kenaikan upah gaji, dimana pihak CPC sudah tentu akan ikut serta menaikkan upah gaji karyawannya. Tai Chein menambahkan bahwa walaupun sempat terjadi kasus pemutusan listrik di seluruh Taiwan, performa CPC secara garis besar dapat disebut cukup baik untuk tahun lalu.
Tai Chein mengatakan, “Kita akan melihat bagaimana kelanjutan dari kebijakan yang diambil oleh MOEA, dari pihak CPC sendiri tentu telah mempersiapkan beberapa paket kebijakan terkait kenaikan upah gaji, agar dapat dipilih nantinya, baik paket 1, paket 2 dan paket 3 yang telah kami persiapkan.”
PM William Lai menjelaskan bahwa setelah adanya kebijakan kenaikan upah gaji pegawai negeri, tentu juga akan mendorong perusahaan swasta untuk turut serta. Walaupun perhitungan dari jajak pendapat yang dilakukan oleh instansi Bank SDM masih tidak dapat dipastikan, dari data statistik di DGBAS dapat diketahui sekitar 50% perusahaan swasta akan menaikkan upah gaji karyawannya.