History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

CAA: Pilot TransAsia Setuju untuk Mendarat di Landasan Pelepasan Awal

  • 30 July, 2014
  • Editor
CAA: Pilot TransAsia Setuju untuk Mendarat di Landasan Pelepasan Awal
PM Jiang Menyapa Keluarga Korban

        (Taiwan, ROC) - Sehubungan dengan pesawat terbang milik perusahaan penerbangan TransAsia yang mengalami musibah kecelakaan pada tanggal 23 Juli di Makong, Penghu, anggota legislator dari partai DPP, Duan Yi-kang(段宜康) menyebutkan bahwa di lapangan udara Makong terdapat 2 landasan pesawat. Untuk landasan no 02, yang memiliki sistim panduan pendaratan atau ILS, penggunaannya diprioritaskan untuk instansi militer udara setiap hari, sementara untuk landasan no 20, penggunaannya diberikan untuk maskapai penerbangan swasta. Pada tanggal 23 Juli malam, tercatat 3 penerbangan yang mengajukan penggunaan landasan nomor 02, termasuk pesawat TransAsia yang mengalami kecelakaan tersebut, tetapi tidak diijinkan oleh pihak militer. Pihak militer terkait menyangkal hal tersebut, dan menjelaskan bahwa penggunaan landasan penerbangan berada di bawah pengawasan menara penerbangan lapangan Makong setempat, dan bukan berada di bawah pengawasan instansi militer.

        Pihak badan administrasi penerbangan sipil atau CAA pada hari Rabu tanggal 30 Juli segera menggelar pertemuan dengan pihak media dan memberikan penjelasan bahwa pada hari tersebut, memang hanya maskapai TransAsia dan 2 pesawat dari maskapai UniAir yang mengajukan perubahan landasan penurunan pesawat ke landasan no 02. Pihak menara lapangan Makong usai menerima pengajuan perubahan tersebut, segera menghubungi pihak militer dan melakukan negosiasi. Tetapi saat negosiasi tengah berlangsung, jarak pandang masih mencapai sekitar 1.600 meter, sehingga pilot pesawat memutuskan untuk kembali menggunakan landasan nomor 20, dan mendarat dengan sistim operasional VOR.

        Wakil ketua bidang pengawasan maskapai swasta CAA, Yi Shin-juang mengatakan, 《外:140730-08易心莊(女)29"》”Pihak CAA telah melakukan negosiasi dengan instansi militer, saat negosiasi tengah berlangsung, sekitar pukul 6:40, laporan cuaca yang baru telah dikeluarkan dan jarak pandang mencapai 1.600 meter, memenuhi standar untuk melakukan pendaratan di landasan pacu nomor 20 dengan sistim VOR. Sehingga pihak CAA juga menanyakan kepada pilot UniAir dan TransAsia, apakah masih berkeinginan untuk melakukan perubahan landasan pacu, jawaban dari TransAsia adalah menyetujui proses pendaratan dengan sistim VOR.”

        Pihak CAA menjelaskan bahwa lapangan terbang Makong hanya memiliki 1 landasan pacu, tetapi menyediakan 2 ruas pacu, di antaranya nomor 02 dan 20. Jika melakukan pendaratan dengan ruas pacu nomor 02, maka dapat menggunakan sistim panduan pendaratan atau ILS. Sementara pada ruas nomor 20, juga memiliki sarana sistim navigasi berbagai arah atau VOR untuk proses lepas landas. Sehubungan dengan keselamatan penerbangan, pihak menara akan memilih ruas pacu yang searah dengan arah angin yang tengah bertiup. 

Komentar

Terbarumore