(Taiwan, ROC) - Menghadapi pukulan keras terhadap diplomasi Taiwan dari putusnya hubungan diplomatik Taiwan-Dominika beberapa hari lalu, Kementrian Luar Negeri (MOFA) menegaskan, pekerjaan paling penting bagi MOFA saat ini adalah meningkatkan partisipasi Taiwan dalam gelanggang internasional, menonjolkan kontribusi Taiwan bagi masyarakat dunia, dan menguatkan tali persahabatan dengan negara-negara berhubungan diplomatik.
Demikian ditegaskan juru bicara MOFA Andrew Lee Hsien-chang (李憲章) ketika memimpin suatu acara temu pers rutin MOFA di Taipei, Kamis, 3 Mei.
Lee mengatakan, “Menjaga hubungan bilateral adalah pekerjaan paling penting. Pada saat ini, bagaimana melindungi dan menguatkan hubungan bilateral adalah hal terpenting.”
Perihal laporan media tentang adanya “daftar nama di dalam saku” yaitu daftar negara yang akan diprioritaskan untuk penjalinan hubungan diplomatik, Lee tidak bersedia berkomentar, hanya menegaskan sejumlah pekerjaan penting yang akan dilaksanakan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Departemen Urusan Asia Timur dan Pasifik di bawah MOFA Lan Hsia-li (藍夏禮) menegaskan, sebagaimana diakui oleh Menter Luar Negeri Joseph Wu Chao-hsieh (吳釗燮), hubungan diplomatik Taiwan dengan enam negara sahabat di kawasan Pasifik selatan semuanya cukup stabil.
Keenam negara sahabat Taiwan di Pasifik selatan mencakup Kepulauan Marshall, Tuvalu, Kepulauan Solomon, Kiribati, Palau dan Nauru.