(Taiwan/ROC) --- Menteri Luar Negeri Joseph Wu (吳釗燮) pada Selasa (1/5) menggelar jumpa pers dan mengumumkan bahwa Dominika memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan. Terkait dengan berapa besar jumlah dana yang digelontorkan oleh Daratan Tiongkok untuk menarik Dominika, Kementerian Luar Negeri (MOFA) mengemukakan penyesalannya. Joseph Wu menyampaikan meskipun Daratan Tiongkok terus menekan Taiwan, tetapi pemerintah akan terus mempererat hubungan persahabatan dengan negara yang tersisa dan terus berjuang di kancah internasional.
Daratan Tiongkok menawarkan bantuan finansial untuk menarik Dominika, dan diketahui menjalin hubungan diplomatik pada Selasa (1/5). Terkait hal tersebut, Menlu Joseph Wu pada Selasa (1/5) menggelar jumpa pers dan menyatakan protesnya kepada Daratan Tiongkok. Joseph Wu mengemukakan bahwa Daratan Tiongkok pada Maret tahun lalu, telah melakukan hal yang sama terhadap Panama. Dan kini untuk kesekian kalinya, Daratan Tiongkok menawarkan segelontor dana kepada Dominika yang telah menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan selama 77 tahun. Kemenlu sangat menyesali kejadian ini, dan demi untuk menjaga kedaulatan nasional, Kemenlu memutuskan hubungan diplomatik dengan Dominika.
Joseph Wu mengatakan, “Terhitung hari ini, pemerintah dengan tegas mengakhiri hubungan diplomatik dengan Dominika. Seluruh perencanaan kerja sama dan program bantuan juga akan berakhir. Kedua pihak akan menarik staf kedutaan dan personil teknis di masing-masing negara”.
Joseph Wu mengemukakan semenjak pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen pada tahun 2016, pemerintah telah mengetahui Dominika sudah melakukan 2 kali negosisasi dengan Daratan Tiongkok. Selama ini, pemerintah Taiwan juga diketahui telah melakukan pembicaraan dengan Dominika dan pada Bulan Februari tahun 2018 telah menandatangani sebuah perjanjian. Namun,dikarenakan pengaruh diplomatik Daratan Tiongkok, hubungan persahabatan Taiwan Dominika mendapatkan pengaruh negatif.
Joseph Wu mengatakan, “Kemenlu menyampaikan kepada otoritas Daratan Tiongkok yang selalu menawarkan dana dalam jumlah besar untuk menarik sahabat diplomatik dan menekan partisipasi Taiwan dalam dunia internasional. Kami menyatakan penyesalan dan protes keras. Tindakan sewenang-wenang yang diambil oleh Daratan Tiongkok hanya akan memperburuk hubungan lintas selat dan mengikis rasa saling percaya serta melukai perasaan masyarakat Taiwan. Pemerintah mengingatkan Dunia Internasional, bahwa Daratan Tiongkok seringkali menerapkan janji palsu untuk membentuk hubungan diplomatik.”
Meskipun Daratan Tiongkok terus menekan Taiwan, MOFA akan terus mempererat hubungan diplomatik dengan negara yang ada dan akan memperjuangkan status Taiwan di Dunia Internasional.
Dewan Urusan Daratan Tongkok (MAC) juga menyatakan protes kerasnya dan memperingatkan Daratan Tiongkok akan konsekuensi yang harus diemban. MAC mengemukakan bahwa Daratan Tiongkok selama 2 tahun terakhir telah memanipulasi Konsensus 92. Mereka menggunakan kepentingan ekonomi dalam meningkatkan pengaruhnya dan memaksa Dominika untuk mengakhiri hubungan diplomatik dengan Taiwan. Selain itu, Daratan Tiongkok juga menekan Taiwan untuk menerima keputusan satu pihak dari otoritas Beijing.
MAC mengemukakan bahwa tindakan semena-mena dan tidak rasional ini akan dapat merusak dasar stabilitas dan perkembangan hubungan lintas selat. Negeri tirai bambu tersebut telah melanggar komitmennya terhadap perkembangan status perdamaian dan terus menekan posisi Taiwan dalam dunia internasional. Hal ini tentunya akan menjadi akar permusuhan antar selat, yang mana telah melukai langsung kesejahteraan dan harapan dari 23 juta masyarakat Taiwan.
MAC menekankan bahwa Republik Tiongkok merupakan negara yang berdaulat dan pemerintah akan teguh untuk menjaga stabilitas perdamaian kawasan lintas selat. MAC melanjutkan pemerintah tidak akan pernah menyerah walau harus dihalau ancaman yang berat.
MAC juga meminta kepada Daratan Tiongkok untuk segera menghentikan segala tindakan provokatif, baik politik maupun militer. MAC melanjutkan dalam menghadapi situasi di bawah tekanan, pemerintah akan bertekad untuk terus melindungi harkat dan martabat masyarakat luas.