(Taiwan/ROC) --- Terkait dengan putusnya hubungan diplomatik antara Taiwan dengan Dominika, Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) pada Selasa (1/5) mengemukakan bahwa untuk kesekian kalinya otoritas Daratan Tiongkok menekan Taiwan. Kepala Negara menekankan bahwa pemerintah tidak akan mengorbankan kedaulatan dan martabat masyarakat dalam menghadapi permasalahan ini. Beliau dengan tegas melanjutkan bahwa akan terus membela, menjaga, melindungi sistem demokratis Taiwan dan tidak akan membiarkan nilai-nilai dasar ini terancam. Presiden kembali menekankan akan terus berpegang pada prinsip dasar, walau dihalau oleh tekanan yang berat.
Perihal pemutusan hubungan diplomatik antar Taiwan dan Dominika, Presiden Tsai Ing-wen di sela-sela pidato pembukaan Lembaga Penelitian Pertahanan Nasional, menyampaikan bahwa ini merupakan kesekian kalinya otoritas Daratan Tiongkok menekan Taiwan. Saat ini merupakan waktu bagi Taiwan untuk bersatu dan meletakkan kepentingan negara di atas kepentingan partai politik. Beliau melanjutkan bahwa partai oposisi harus menanggalkan segala prasangka dan bersatu menghadapi tekanan dari luar.
Melalui kesempatan ini, Presiden Tsai kembali menyatakan penegasannya. Beliau menyampaikan bahwa segala tekanan, meliputi; pesawat militer, operasi kapal induk atau hubungan diplomatik, akan dapat mempengaruhi dan memberikan dampak buruk bagi perkembangan hubungan antar selat. Tindakan yang diambil Daratan Tiongkok tentu dapat mengecewakan masyarakat Taiwan.
Kepala Negara mengemukakan bahwa tindakan yang diambil secara sepihak oleh Daratan Tiongkok telah merusak hubungan lintas selat dan melukai sistem demokrasi Taiwan. Tindakan seperti ini, tidak sepantasnya diambil oleh Daratan Tiongkok sebagai negara yang besar. Presiden menekankan tidak akan berkompromi dan tidak akan membiarkan nilai dasar Taiwan terancam.
Presiden Tsai mengatakan, “Taiwan kini menghadapi situasi diplomatik yang berat. Tetapi pemerintah tidak akan mengorbankan kedaulatan dan martabat masyarakat banyak. Pemerintah akan teguh untuk membela, menjaga dan melindungi sistem demokrasi kita. Kami juga tidak akan membiarkan sistem demokasi kita terancam. Ini adalah misi yang tidak pernah berubah dan terus dipegang oleh pemerintah kita.”
Presiden Tsai Ing-wen melanjutkan, bahwa semenjak ia terpilih sebagai Presiden pada tahun 2016, masyarakat Taiwan melalui hak suara mereka menyuarakan kepada Dunia Internasional, bahwa tekad Taiwan untuk menjunjung tinggi martabat, kebebasan dan demokrasi tidak akan pernah berubah. Hal ini akan menjadi prinsip yang selalu dipegang, walau harus menerima tekanan dari luar.