(Taiwan, ROC) Dewan Pertanian di bawah naungan Yuan Eksekutif secara khusus dalam “Taoyuan Agriculture Expo” mendirikan “pavilion mesin pertanian inovatif Taiwan” yang digelar selama 3 pekan sejak tanggal 4 April dan telah berhasil menarik 200 ribu lebih pengunjung menciptakan pemesanan dalam dan luar negeri dengan nilai mendekati NTD20 juta yang mana diantaranya adalah pemesanan dari negara-negara yang menjadi target kebijakan baru ke arah selatan. Dewan Pertanian tanggal 27 April juga secara khusus mengundang duta besar yang ada di Taiwan dan pelajar Overseas Youth Vocational Training School untuk melihat langsung praktek lapangan, mereka tidak saja memuji mesin peralatan pertanian yang canggih juga merasa mesin pertanian Taiwan serta industry pertanian Taiwan sangat maju, apabila ada kesempatan ingin menerapkannya di negara mereka.
“Saya sekarang menggunakan rimpang terong yang dikawin silang dengan tunas tomat, setelah perkawinan silang ini maka daya tahan tanaman ini lebih kuat, pengelolaan menjadi lebih mudah. Untuk perkawinan silang ini memerlukan waktu pemulishan selama 2 minggu yang mana untuk 7 hari pertama diletakkan di ruang yang gelap” demikan ujar Chen Jun-hong, seorang pelajar asal Malaysia berusia 19 tahun seorang pelajar Overseas Youth Vocational Training School jurusan Hortikultura yang giat berlatih bagaimana mencangkok tunas tomat dengan mesin. Ia merasa mesin cangkok tanaman Taiwan ini sangat pas jika digunakan di Malaysia karena kelembaban di Malaysia cukup tinggi, dengan mencangkok seperti ini dapat mengurangi resiko penyakit dan serangan hama.
Dewan Pertanian untuk menyesuaikan dengan pemerintah kota Taoyuan dalam penyelenggaraan Taoyuan Agriculture Expo 2018 secara khusus mendirikan “pavilion mesin pertanian inovatif Taiwan” yang terbagi dalam 5 kawasan memamerkan 62 hasil penelitian mesin transformasi pertanian dari 9 eksperimen perbaikan lapangan, selain itu juga mengundang produsen yang mengekpor produk mesinnya untuk bersama-sama menampilkan produk mesin unggulan Taiwan di luar negeri, seperti mesin pemilih butiran beras berdasarkan berat, satu mesin ini dapat menggantikan 4 tenaga manusia, selain itu juga ada alat pemilih kacang kedelai menjadi berbagai kualitas hanya dengan beberapa menit saja, sungguh menakjubkan.
Ketua Dewan Pertanian, Lin Tsung-hsien menyampaikan, tingkat kinerja mesin pertanian Taiwan yang tinggi disenangi oleh berbagai negara dunia, cakupan produk mencapai hampir 10 milyar, nilai ekspor setiap tahunnya sekitar 6 milyar dan tidak sedikit pembeli adalah mereka yang berasal dari negara yang menjadi target kebijakan baru ke arah selatan.
Lin Tsung-hsien mengatakan,“Yang terpenting negara pengekspor, jika dilihat dari benua Asia, hari ini banyak pelajar Overseas Youth Vocational Training School seperti Malaysia, Thailand, India, Indonesia, Vietnam, Kamboja dan lainnya, semua merupakan negara target ekspor mesin pertanian kita. Hari ini secara khusus mengundang duta besar dan perwakilan untuk berbagi bersama.”
Dewan Pertanian juga berharap dengan mengundang kedutaan besar yang ada di Taiwan dan pelajar Overseas Youth Vocational Training School untuk melihat langsung praktek lapangan dapat menanamkan bibit pertukaran ketrampilan industri pertanian Taiwan dan negara-negara yang hadir, membagikan informasi keunggulan mesin pertanian Taiwan untuk dibawa pulang guna memajukan negara mereka.