(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan pihak Kementrian Pendidikan menolak usulan pengajuan Kuan Chung-ming sebagai Rektor di Universitas Nasional Taiwan atau NTU, bahkan meminta pihak NTU untuk melakukan pemilihan dan pengajuan ulang, Walikota Taipei Ko Wen-je pada hari Sabtu tanggal 28 April menyampaikan bahwa selaku seorang dokter dari rumah sakit NTUH, dirinya beranggapan sikap Kementrian Pendidikan telah terlampau banyak mengintervensi urusan intern NTU, dimana hal ini akan berkelanjutan menjadi sebuah kebiasaan yang tidak baik. Jika saat ini Kuan Chung-ming mengajukan diri ikut serta dalam pemilihan Walikota Taipei, Ko Wen-je sendiri menyebutkan bahwa Kuan akan mampu mendapatkan surat suara yang terbanyak.
Walikota Taipei Ko Wen-je saat menghadiri kegiatan perayaan 58 tahun berdirinya Masjid Besar Taipei, yang digelar pada hari Sabtu tanggal 28 April, sempat ditanyakan oleh media berkenaan dengan pendapatnya melihat kasus penolakan tersebut. Ko Wen-je menjelaskan bahwa dirinya enggan untuk mengomentari sikap partai DPP, namun jika melihat masalah penolakan dengan berdiri pada sudut pandang seorang dokter rumah sakit NTUH, maka penolakan tersebut dinilai telah melampaui batas liberalisasi universitas yang ada.
Ko Wen-je mengatakan, “Jika saya dengan latar belakang selaku seorang dokter yang bertugas di rumah sakit NTUH, maka saya menilai penolakan tersebut telah melampaui batas. Entah siapa yang berada di balik pengambilan keputusan penolakan tersebut, maka sebaiknya harus melakukan introspeksi kembali.”
Ko Wen-je menyebutkan jika Kuan Chung-ming menjadi Rektor NTU, tentu akan menimbulkan berbagai suara negative, termasuk juga kontroversi pendapat. Namun pihak Kementrian Pendidikan yang menggunakan perintah penolakan tersebut, justru akan semakin memperkeruh suasana. Ko berpendapat, dirinya tidak perlu memberikan reaksi apapun kepada partai DPP, pihak NTU sendiri akan langsung menyampaikan protesnya sendiri.