History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

PM Lai menyesalkan kekerasan dalam aksi protes anti reformasi sistem pensiunan militer

  • 26 April, 2018
  • Editor
PM Lai menyesalkan kekerasan dalam aksi protes anti reformasi sistem pensiunan militer
Pertentangan antara polisi dan pedemo dalam aksi protes anti reformasi sistem pensiunan militer

(Taiwan, ROC) Pada saat Taiwan menikmati demokratisasi dan modernisasi tinggi, terjadinya peristiwa dipukulnya wartawan dan polisi serta insiden kerusuhan di rumah sakit anak-anak dalam aksi protes anti reformasi sistem pensiunan militer adalah hal yang disesalkan.

Demikian diungkapkan Perdana Menteri Lai Ching-te (賴清德) di Yuan Eksekutif, Kamis, 26 April, ketika membicarakan kondisi pertentangan berdarah yang terjadi dalam aksi demo yang digelar oleh kelompok pensiunan militer di luar gedung Yuan Legislatif sehari sebelumnya.

Aksi protes yang diorganisir kelompok “800 Prajurit” itu berubah menjadi insiden kekerasan, mengakibatkan 84 polisi dan 12 wartawan luka-luka, 57 orang ditahan pihak kepolisian.

Lai menegaskan, Taiwan merasa bangga bisa terpilih sebagai negara yang menikmati kebebasan pers tertinggi ke 42 di dunia dan paling tinggi di Asia, oleh organisasi Wartawan Tanpa Batas (RSF), tapi kekerasan yang terjadi tanggal 25 adalah hal yang disesalkan.

Menurut Lai, menyampaikan opini masing-masing melalui aksi demo adalah hak pokok yang dimiliki rakyat, tapi menggunakan kekerasan dalam aksi tersebut adalah pukulan dan ancaman bagi kekebasan berekspresi.

Perdana Menteri juga menegaskan akan menangani insiden kekerasan kemarin berdasarkan prosedur hukum. Menurutnya, semua pihak yang melanggar undang-undang akan dihukum.

Komentar

Terbarumore