(Taiwan, ROC) – Anggota Parlemen Eropa sekaligus pemberi laporan dalam rapat, Bas Belder pada hari Selasa tanggal 24 April sore waktu setempat, memimpin rapat diskusi yang bertajuk “Kebebasan beragama dan HAM di Daratan Tiongkok”. dalam rapat tersebut, secara khusus mengundang istri dari Lee Ming-che, yakni Lee Ching-yu, Kepala organisasi masyarakat di Amerika, China Aid yaitu Bob Fu dan adik dari pelopor demokrasi di Daratan Tiongkok Wang Bing-chang yakni Wang Bing-wu, guna memberikan pendapat selaku saksi dalam hal menghadapi sikap brutal pemerintah Daratan Tiongkok.
Salah satu aktivis dan pekerja organisasi NGO asal Taiwan, Lee Ming-che telah genap 1 tahun ditangkap oleh aparat yang berwajib di Daratan Tiongkok. Lee Ching-yu menyampaikan bahwa sejak Maret 2017 telah kehilangan kontak dengan suaminya Lee Ming-che, setelah Lee Ming-che masuk ke wilayah Daratan Tiongkok dari Macau. Lee Ming-che ditangkap oleh aparat kepolisian setempat dengan alasan pelanggaran peraturan ormas di luar Daratan Tiongkok, kemudian dijatuhkan tahanan pidana selama 5 tahun. Saat ini Lee Ming-che meringkuk di dalam penjara di provinsi Hunan. Kasus Lee Ming-che berbeda dengan kasus penangkapan yang lain, dimana Lee Ming-che adalah seorang kewarganegaraan Taiwan, seorang warga asing dan tidak memiliki kewarganegaraan Daratan Tiongkok. Sikap pemerintah setempat yang menggunakan alasan ini untuk menangkap Lee Ming-che, bahkan memberikan vonis hukuman pidana, adalah suatu hal yang tidak masuk akal dan sulit diterima oleh pihak umum.
Lee Ching-yu menegaskan kembali bahwa pihak Daratan Tiongkok mencoba menggunakan langkah ini untuk menakut-nakuti warga Taiwan dan masyarakat dunia yang peduli akan Hak Asasi Manusia. Dengan pemberian vonis hukuman pidana, pihak Daratan Tiongkok semakin ingin menekankan bahwa Taiwan yakni Republik Tiongkok merupakan bagian wilayah kedaulatan yang dimiliki oleh Daratan Tiongkok. Namun sebagai warga Taiwan, dirinya percaya bahwa masyarakat internasional pasti sulit menerima apa yang tengah terjadi.
Lee Ching-yu menjelaskan bahwa sehubungan dengan mendinginnya hubungan antar selat, maka semakin menyulitkan pihak pemerintah dalam memberikan bantuan kepada warganya yang menghadapi masalah di wilayah Daratan Tiongkok. Untuk itu, maka bantuan dari dunia internasional, menjadi bagian yang sangat penting, dan juga sebagai alasan bagi dirinya untuk dapat hadir dalam rapat parlemen tersebut, berharap dapat meminta bantuan dan pengaruh dari Uni Eropa, dengan melalui peringatan kepada Daratan Tiongkok agar dapat menghormati kebebasan bersuara dan berpendapat, serta membebaskan Lee Ming-che.
Yang mendampingi Lee Ching-yu ke Eropa adalah Ketua Pelaksana Taiwan Association for China Human Rights atau TACHR Yang Hsien-hung, saat menerima wawancara dari CNA menjelaskan bahwa Lee Ching-yu bersikeras untuk tidak tunduk kepada sikap otoriter pemerintah setempat, hal ini tidak saja semata untuk memberikan bantuan kepada sang suami Lee Ming-che, namun juga memiliki makna yang mendalam tersendiri, dimana sikap ini disebut sebagai penolakan untuk “Menyelesaikan masalah secara pribadi”, guna menjaga harkat dan martabat nasional serta keadilan yang ada.