(Taiwan/ROC) --- Guna untuk memperkenalkan 18 negara yang masuk dalam Kebijakan Baru ke Arah Selatan kepada masyarakat Taiwan, Kementerian Pendidikan (MOE) pada Bulan April akhir hingga Bulan Mei pertengahan akan mengadakan pameran di Taipei dan Kaohsiung. MOE akan menerapkan 6 zona utama dan area pengambilan gambar untuk pemutaran film. Selain itu, MOE juga akan menghadirkan konsep AR, yang dapat dimanfaatkan para pengunjung untuk lebih mengenal pakauan tradisional negara-negara tersebut.
Dalam rangka untuk memperkenalkan hasil akan “Program Pengembangan Bakat Kebijakan Baru ke Arah Selatan”, MOE akan menggelar pameran pendidikan. Pameran ini akan dilaksanakan di Taipei pada 29 April hingga 1 Mei mendatang di Taman Kreatif Huashan 1914. Selain di Taipei, pameran serupa juga akan digelar di Kaohsiung pada 4 Mei hingga 13 Mei di Museum Nasional Sains dan Teknologi.
Pameran pendidikan ini akan menghadirkan 6 zona utama, yang mana akan memperkenalkan keunikan dari 18 negara sasaran, meliputi letak geografis, humanis dan sistim pendidikan di setiap negara. Di saat yang sama juga akan menghadirkan cerita pengalaman para siswa yang tengah menuntut ilmu di Taiwan dan pelajar Taiwan yang tengah berada di negara Kebijakan Baru ke Arah Selatan. Selain itu, pameran ini juga akan menghadirkan cerita dari anak-anak yang terlahir dalam keluarga imigran baru.
Wakil Menteri Pendidikan Yao Li-de (姚立德) pada Selasa (24/3) mengemukakan bahwa semenjak tahun ajaran 2014, jumlah siswa Sekolah Dasar yang berasal dari keluarga imigran baru, telah berjumlah kurang lebih 10%.
Yao Li-de mengatakan, “Kita harus mengindentifikasi sebuah budaya terlebih dahulu, sebelum kita mennikmati kebudayaan tersebut. Kini jumlah anak generasi kedua yang berasal dari keluarga imigran baru telah berjumlah 10%. Sudah seharusnya bagi kita untuk mulai mempelajari bahasan dan kebudayaan mereka”.
Yao Li-de menambahkan bahwa jumlah pelajar yang berasal dari negara Kebijakan Baru ke Arah Selatan, pada Bulan Juli 2016 berjumlah 28.000 orang. Angka ini meningkat menjadi 38.000 pada tahun ini. MOE memperkirakan jumlah ini akan terus bertambah menjadi 58.000 pada tahun 2020 mendatang.
MOE melanjutkan bahwa pameran pendidikan yang akan digelar mendatang, akan menghadirkan pengalaman dan konsep yang berbeda, dimana melalui konsep AR para pengunjung dapat mencoba mengenakan pakaian adat tradisional masing-masing negara. Pameran tersebut juga akan memperkenalkan kurikulum digital yang dikembangkan oleh staf ahli Vietnam yang dipadukan dengan teknologi Realitas Virtual (VR). Pameran pendidikan ini juga akan menghadirkan beberapa lokasi ternama dari masing-masing negara yang biasa digunakan untuk pengambilan gambar saat syuting film. MOE kembali menambahkan bahwa para pengunjung juga dapat menikmati beraneka ragam pertunjukan; meliputi pertunjukan tari, pertunjukan bola takraw Thailand atau mengikuti kelas memasak Vietnam. Selain itu, pameran di Taipei akan menggelar beberapa forum pertukaran yang akan dihadiri oleh para pelajar dan pelaku bisnis yang berasal dari negara Kebijakan Baru ke Arah Selatan, serta siswa SMA generasi kedua yang pernah magang di Vietnam.