Konperensi atas Perbankan dan Keuangan Antar Selat (Conference on Cross Strait Banking and Finance, CSBF) ke 6 resmi dibuka di Taipei pada hari Selasa (29/7), membicarakan berbagai isu perbankan dan keuangan yang dihadapi bersama antara Taiwan dan Daratan Tiongkok dengan tema pokok “Reformasi dan Prospek Finansial Antar Selat Taiwan.”
Melalui kata sambutannya, ketua Komisi Penasehat Finansial (FSC) Taiwan Tseng Ming-chung (曾銘宗) mengemukakan, menghadapi tiga kecenderungan industri moneter Taiwan, masing-masing tibanya era ekonomi Asia, era internet dan era pelonggaran globalisasi, FSC telah menetapkan sejumlah strategi, termasuk mengembangkan industri moneter di area ekonomi bebas, mempromosikan penggunaan ulang kartu asuransi dan menargetkan pasar Asia.
Tseng mengatakan, “Saya minta semua pengusaha industri moneter, termasuk sektor perbankan, saham dan asuransi untuk menargetkan pasar Asia. Dalam proses ini, Daratan Tiongkok tentu saja juga merupakan salah satu area yang ditargetkan. Selain itu, area target lain juga mencakup India, Indonesia dan negara-megara Asia Tenggara.”
Tseng juga mengungkapkan, FSC telah mengagendakan pertemuan dengan delapan perusahaan moneter yang berencana mengembangkan pasar Asia, berusaha menyelami kebutuhan mereka dan memberi bantuan yang diperlukan.
Sementara itu, wakil ketua Departemen Ekonomi Universitas Beijing Zhang Zheng (章政) menegaskan beberapa masalah reformasi keuangan yang dihadapi Daratan Tiongkok, termasuk globalisasi renminbi, pemasaran bunga serta perkembangan hubungan keuangan antar Selat Taiwan.
Zhang mengatakan, “Perkembangan hubungan antar Selat Taiwan tidak hanya melibatkan reformasi volume deposito, juga reformasi penambahan volume. Dalam bidang pertumbuhan ekonomi dan keuangan, kemajuan besar sudah dicapai di Daratan Tiongkok.”
Zhang mengemukakan sebuah contoh perkembangan tersebut, yaitu disetujui dibukanya tiga bank swasta pertama di Daratan Tiongkok.