(Taiwan, ROC) Beberapa serikat buruh membentuk aliansi 1 Mei, pada tanggal 23 April bergerak menuju ke gedung Chinese National Federation of Industries and General Chamber of Commerce ROC, sambil memegang papan hitam dan menempel papan di pintu depan gedung, usulan aksi protes yang mereka sampaikan adalah yang mereka kuatirkan di Taiwan yakni niat jahat.
Perwakilan dari Alliance for Plebiscite on Labor Rights, Hsieh Yi-hong(謝毅弘) mengemukakan, pada tahun ini dengan tema utama adalah“anti kerja berlebihan, memperjuangkan referendum, kenaikan gaji, perjuangan hak kaum buruh, dengan 6 tuntutan yang terbagi atas referendum hak kaum buruh, kenaikan upah minimum, mempertahankan mekanisme dana pensiun, perlindungan bagi pekerja layanan publik, memperluas asosiasi pekerja dan pengesahan direksi serikat buruh.
Terkait dengan kenaikan gaji, perwakilan dari Taiwan Higher Education Union(The Union), Chen Po-chien(陳柏謙) mengemukakan, selain upah minimum naik hingga mencapai 28.000 dolar Taiwan, setiap bidang buruh semestinya dipatok dalam kurun waktu 3 tahun, setiap tahun dengan kenaikan 10%. Chen mengatakan, 10 tahun yang lalu, akumulasi pertumbuhan ekonomi melebihi dari 20%, inflasi dengan persentase lebih dari 10%, atau dengan kata lain, jika kaum buruh Taiwan dipatok 3 tahun, setiap tahunnya dengan kenaikan gaji 10%, 3 tahun naik 30%, terus terang,ini hanya sebuah permintaan yang paling minimum.”
Kaum buruh saat berada di lapangan juga menyampaikan rute marching yang akan berlangsung pada tanggal 1 Mei dan berkumpul di Ketagalan boulevard, pukul 2:00 sore akan mengitari jalan Gungyuan, Guanchien dan pukul 4:00 sore hari tiba di gedung Yuan Legislatif. Ia mengimbau agar semua kaum buruh ikutserta menyuarakan hak kepentingannya.