History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Terobosan Baru Hubungan Pendidikan Taiwan Indonesia

  • 18 April, 2018
  • Editor
Terobosan Baru Hubungan Pendidikan Taiwan Indonesia
Terobosan Baru Hubungan Pendidikan Taiwan Indonesia

(Taiwan, ROC) - Kebijakan baru ke arah selatan dalam bidang pendidikan kembali mengeluarkan suara merdu, 40 universitas Taiwan bersama dengan 25 universitas Indonesia saling menandatangi 722 perjanjian pertukaran pendidikan, membentuk sebuah wadah kerja sama pertukaran pendidikan tinggi.

Kepala Divisi Pendidikan Antar Selat dan Internasional di bawah Kementerian Pendidikan, Chen Li-ying hari Rabu (18/4) menyampaikan, Nahdlatul Ulama (NU) Indonesia yang merupakan organisasi Islam terbesar Indonesia dengan anggota melebih 91 juta orang, saat ini 250 ribu pekerja asal Indonesia di Taiwan sekitar 90% adalah anggota dari NU untuk itu kantor perwakilan organisasi ini tersebar dari utara hingga ke selatan Taiwan.

NU sendiri memiliki 6.830 sekolahan dan 60 lebih universitas, saat ini 4 Menteri yaitu Menteri Tenaga Kerja, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Menteri Pemuda dan Olahraga dan Menteri Sosial, ke 4 menteri ini adalah anggota dari NU, kali ini Kementerian Pendidikan secara khusus mengundang Ketua Komite Pendidikan Sentral NU datang ke Taiwan untuk menandatangi perjanjian kerja sama.

Chen Li-ying mengatakan, “Nantinya di sekolah-sekolah NU di Indonesia ini kita bisa melakukan pertukaran pelajar atau melakukan kunjungan, saling melakukan pertukaran. Setelah penandatanganan ini, bulan depan kami akan membawa rombongan ke Universitas Asia untuk lebih memahami dan mulai membicarakan titik pemula pertukaran bilateral.”

NU kali ini juga menandatangani Nota Kesepahaman kerja sama investasi dengan Taiwan-ASEAN Business Council dan juga bersama Pusat Pembinaan Medis Internasional Rumah Sakit Veteran cabang Taihcung dan Rumah Sakit Universitas Asia, rombongan ini juga mengunjungi Universitas I-Shou, Universitas Asia dan Universitas Tunghai, merasakan langsung bagaimana penyediaan sarana dan prasarana universitas Taiwan, bagaimana dosen dan mahasiswa Taiwan menghormati agama dan budaya pelajar dari Indonesia.

Ketua Komite Pendidikan Tinggi NU, Dr. Haief Saha Ghafur menyampaikan, selanjutnya akan mendorong sekolahan NU untuk melakukan kerjasama struktur pendidikan Taiwan, bersama-sama mendidik dan membina tenaga berbakat. Wakil Menteri Pendidikan, Yao Li-de menyampaikan dalam upacara penandatanganan kerja sama ini juga mengungkit, pelajar negara yang menjadi target kebijakan baru ke arah selatan yang belajar maupun melakukan penelitian di Taiwan jumlahnya terus bertambah, dari 2 tahun lalu berjumlah 32 ribu lebih pelajar, tahun kemarin jumlahnya mencapai 38 ribu pelajar yang mana 7.000 di antaranya adalah pelajar dari Indoneisa, diharapkan angka ini akan terus bertambah.

Komentar

Terbarumore