(Taiwan, ROC) Untuk melaksanakan target 100 hari kerja Menteri Luar Negeri Joseph Wu yang salah satunya adalah “Kemenlu Bergandeng Tangan Upaya Perekonomian”, Kementerian Luar Negeri hari Jumat (13/4) menyelenggarakan seminar “Tantangan dan Peluang Ekonomi dan Perdagangan Taiwan Saat ini”.
Joseph Wu dalam kata sambutannya menyampaikan, tantangan yang harus dihadapi Taiwan dalam hubungan luar negeri jauh lebih berat dibandingkan dengan negara lain, untuk itu penyatuan kekuatan dalam keterbatasan sumber daya berupaya mempromosikan keunggulan, menarik investor merupakan salah satu prioritas penting, Kementerian Luar Negeri melalui serangkaian strategi dan perencanaan membantu pegawai diplomat dalam dan luar negeri dalam menguasai konsep kebijakan ekonomi dan perdagangan utama pemerintah sehingga dapat semakin meningkatkan fungsi selaku nadi perdagangan internasional.
Joseph Wu mengemukakan, selanjutnya selain mengundang pakar, pengusaha dalam seminar yang diselenggarakan secara periodik oleh Kemenlu, juga akan meminta bantuan Institut Penelitian Ekonomi Chung Hua (CIER) untuk memberikan laporan dua bulanan tentang perkembangan ekonomi dan perdagangan, meningkatkan kemampuan pegawai diplomat untuk mempromosikan hubungan ekonomi dan perdagangan, bersamaan dengan itu juga dapat dimasukkan ke dalam Sistem Penilaian Kerja (KPI) yang beberapa hari lalu diberlakukan.
Joseph Wu mengatakan, “Kami juga berharap melalui penyesuaian sistem penilaian kerja yaitu KPI yang dipromosikan oleh Sekjen David Lee, kami menggunakan ini sebagai pengontrol dan pengendali efisiensi dan pergerakkan kantor perdagangan luar negeri dalam mempormosikan hubungan ekonomi dan perdagangan.”
Joseph Wu menegaskan, berharap dengan strategi “hubungan luar negeri menggerakkan ekonomi perdagangan dan ekonomi perdagangan mengerakkan hubungan luar negeri” dapat memperlihatkan keunggulan Taiwan dan juga bisa mengembangkan ruang yang lebih besar bagi hubungan luar negeri Taiwan.