History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kepala Negara Berharap Lembaga Penelitian Pertahanan Nasional dapat Memberikan Kontribusi bagi Dunia Internasional

  • 10 April, 2018
  • Editor
Kepala Negara Berharap Lembaga Penelitian Pertahanan Nasional dapat Memberikan Kontribusi bagi Dunia Internasional
Kepala Negara Berharap Lembaga Penelitian Pertahanan Nasional dapat Memberikan Kontribusi bagi Dunia Internasional

(Taiwan/ROC) --- Presiden Tsai Ing-wen memberikan medali kehormatan “Order of Brilliant Star” kepada Mantan Menteri Pertahanan Feng Shih-kuan (馮世寬) pada Selasa (10/4). Kepala Negara juga mengucapkan terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan oleh Feng Shih-kuan selama ia menjabat. Feng Shih-kuan yang kini menjabat sebagai Direktur Lembaga Penelitian Pertahanan Nasional dirasa dapat menjadikan lembaga ini sebagai wadah pemikir bagi isu pertahanan di kawasan global, dan mampu menyumbangkan kontribusi Taiwan untuk keamanan dan perdamaian regional. Selain itu, Feng Shih-kuan juga dirasa mampu memupuk keahlian bagi para generasi mendatang.

 

Dalam pidatonya, Kepala Negara mengemukakan bahwa Feng Shih-kuan merupakan Menteri Pertahanan pertama yang ditunjuknya. Telah banyak reformasi pertahanan yang dipromosikannya. Mereka berdua memiliki perasaan revolusioner yang mendalam. Presiden Tsai mengemukakan bahwa selama Feng Shih-kuan menjabat, tentara nasional memulai rencana pembangunan kapal dan pesawat nasional, menyelesaikan strategi pertahanan dengan baik, berperan sebagai pemandu pertahanan dan memperkuat kemampuan perang Taiwan. Dalam merawat para tentara, Feng Shih-kuan diketahui pernah melakukan beberapa terobosan, meliputi pembaruan peralatan, meningkatkan upah, membangun kamp-kamp baru serta membuat para prajurut tentara merasa bangga akan tugas yang mereka jalani. Presiden Tsai Ing-wen merasa citra dan moral dari tentara nasional harus ditingkatkan. Dan Feng Shih-kuan dinilai telah mampu memberikan kontribusi yang besar.

 

Kepala Negara menambahkan bahwa Lembaga Penelitian Pertahanan Nasional yang akan segera dibentuk, merupakan wadah pemikir dari penelitian akan strategi pertahanan nasional. Hal ini tentunya membutukan sosok pemimpin yang memiliki pengalaman yang baik dan paham akan situasi pertahanan di kawasan regional. Presiden Tsai merasa bahwa saat ini hanya Feng Shih-kuan yang mampu berada di posisi tersebut.

 

Kepala Negara mengatakan, “Selanjutnya Feng Shih-kuan akan bertindak sebagai Ketua Lembaga Penelitian Pertahanan dan Keamanan Nasional. Ia akan bertanggung jawab untuk mempromosikan penelitian terkait pertahanan dan strategi militer serta akan berdasar pada situasi sekitar untuk menentukan strategi yang diperlukan Taiwan. Wadah pemikir ini juga akan berperan sebagai sarana bagi Taiwan dan negara-negara lain untuk melakukan pertukaran. Dan di saat yang sama, tentu dapat membina keahlian bagi para generasi mendatang”.

 

Kepala Negara berharap bahwa di bawah kepempinan Feng Shih-kuan, lembaga penelitian dapat menjadi wadah pemikir yang penting bagi dunia internasional serta mampu memperlihatkan kontribusi Taiwan dalam mengembangkan perdamaian di kawasan regional.

 

Dalam pidatonya, Feng Shih-kuan selain mengucapkan terima kasih atas peran dari seluruh jajaran anggotanya yang memungkinkan dia untuk dapat berada di posisi sekarang ini. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Tsai Ing-wen atas dukungan yang diberikan, baik memperbaharui seragam militer, melakukan kunjungan langsung ke kamp militer, dan meningkatkan dana anggaran. Selain itu, Kepala Negara juga diketahui telah merencanakan pembangunan beberapa kamp militer baru.

 

Feng Shih-kuan mengemukakan bahwa Presiden terus mempromosikan kebebasan terkait mengembangkan pertahanan nasional. Walau ia harus menerima tekanan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, namun Kepala Negara terus mendorong pembangunan produk militer nasional serta membina keahlian dalam mengembangkan industri pertahanan nasional. Hal ini dilakukan guna untuk merangsang industri pertahanan nasional baik secara secara domestik maupun internasional. Feng Shih-kuan menambahkan bahwa hal ini sudah seharusnya mulai dikerjakan semenjak tahun 1971 di kala Taiwan memutuskan untuk keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

 

Feng Shih-kuan juga berjanji kepada Presiden Tsai bahwa dirinya akan melakukan yang terbaik dan menjadikan lembaga penelitian ini sebagai wadah pemikir dengan taraf internasional, yang memiliki kemampuan efisien dan dapat dipercaya oleh pemerintah.

Komentar

Terbarumore