History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

35 Karya Film Dokumenter Ditayangkan di Taiwan, Menguak Sejarah dan Luka Asia Tenggara

  • 09 April, 2018
  • Editor
35 Karya Film Dokumenter Ditayangkan di Taiwan, Menguak Sejarah dan Luka Asia Tenggara
Taiwan International Documentary Festival(TIDF) ke-11

(Taiwan, ROC) Taiwan International Documentary Festival(TIDF) ke-11 akan segera digelar pada bulan Mei mendatang, pada tahun ini dengan pilihan tajuk adalah SEA of Sadness, yang akan menampilkan karya dari berbagai negara diantaranya Thailand, Filipina, Indonesia, Myanmar, sejumlah 35 karya film, agar pemirsa Taiwan membuka sejarah dan bekas luka negara-negara Asia Tenggara.  

Pihak penyelenggara TIDF,Wood Lin(林木材) mengemukakan, semenjak tahun 2005 masyarakat telah terbiasa dengan film digital, negara asia tenggara dalam pembuatan film mulai memfokuskan pemerintahan negara sendiri, seharah dan rupa masyarakat setempat, dengan kesempatan festival kali ini yang bertajuk Sea of Sadness menyajikan serangkaian film documenter tentang masa lalu Asia Tenggara di masa 10 tahun yang silam

Wood Lin mengemukakan, di negara Asia Tenggara untuk pembuatan film documenter atau film tidak sebebas di Taiwan, seperti di Indonesia ada 2 film yang berjudul The Act of Killing dan The Look of Silence yang mengkisahkan sejarah pembantaian yang terjadi di Indonesia, dikarenakan hal demikian sangat sensitive, maka wajib disortir dan ditinjau oleh pemerintah baru diijinkan untuk ditayangkan; Film documenter dari Mynmar yang mengkisahkan biksu muda yang diselamatkan dari rumah bordil, film ini sangat berpengaruh besar bahkan menjadi topic pembicaraan hangat bagi kalangan masyarakat Myanmar namun pada akhirnya dilarang penayangannya.

Wood Lin mengemukakan, “Sebenarnya banyak tempat di negara Asia Tenggara sangat tidak dapat diandalkan, atau kondisi nyata demikian sulit dibayangkan bagi masyarakat luar, walaupun hal ini sangat tragis, namun menjadi motivasi bagi produser film, semua motivasi dimanfaatkan dan dengan kehebatan dari sutradara menjadi sebuah film documenter, ada yang menjadi film drama, yang mendeskripsikan hal-hal yang pernah terjadi di negara mereka, dan telah menjadi sebuah catatan.”

Selain penayangankarya film dari Asia Tenggara, pada tahun ini TIDF juga menggelar forum yang mengundang puluhan pembuat film Asia Tenggara untuk berdiskusi dan membagikan pengalaman produksi film kreatif.  

Komentar

Terbarumore