(Taiwan, ROC) – Dewan Energi Atom Yuan Eksekutif atau AEC melakukan riset kerjasama dengan perusahaan Taiwan, dimana mampu menciptakan lapisan pelindung panas dengan teknologi penyaduran plasma elektrik terbarukan. Teknologi baru ini mampu mendorong produk yang diciptakan tersebut selangkah lebih maju, sesuai dengan standarnisasi internasional. Biaya pembuatan produk yang lebih murah, hanya sepertiga dari yang sebelumnya, kini teknologi produk tengah diusung ke laboratorium Singapura untuk mendapatkan sertifikat bahan material bangunan yang ramah lingkungan. Produk pelindung panas ini diprediksi mampu menjadi produk yang diminati oleh pasar Asia Tenggara di kedepannya.
Selama ini Taiwan hanya mampu memproduksi barang berkategori menengah ke bawah, hal ini disebabkan karena teknologi yang dimiliki. Sebelumnya produk lapisan pelindung panas dengan teknologi penyaduran plasma elektrik sulit dihasilkan, sehingga tidak mampu bersaing dalam pasar dunia. Oleh sebab itu perusahaan manufaktur terkait mengusung program riset kepada pihak AEC, dengan harapan mampu meningkatkan level teknologi yang dimiliki. Selang riset penelitian selama 2 tahun, barulah berhasil menemukan perangkat dan sistim proses produksi antar jaringan plasma elektrik. Hal ini menjadi sebuah dobrakan baru dalam dunia, dan menjadi satu-satunya perusahaan dalam negeri yang mampu membuat lapisan pelindung panas dengan teknologi penyaduran plasma elektrik terbarukan yang berlapis, dan produk terkait lainnya.
Wakil Kepala Bidang Penelitian Fisika AEC Tsai Wen-fa menjelaskan bahwa pada umumnya produk pelindung panas yang hanya terbuat dengan pemberian lapisan warna saja tidak dapat bertahan lama, dengan nilai jual per lembar hanya sebesar NT$ 100. Namun dengan penggunaan plasma pelindung panas, maka akan dapat dijual dengan harga lebih dari ribuan dolar. Sayangnya, teknologi seperti demikian hanya dimiliki oleh perusahaan asing, ditambah dengan sarana dan prasarana pendukung pabrik manufaktur, membutuhkan dana sekitar NT$ 100 juta hingga NT$ 200 juta, dimana tentu menjadi beban yang besar bagi para pelaku usaha menengah ke bawah.
Tsai Wen-fa menyebutkan dengan hasil penemuan tersebut, produk pelindung panas setidaknya dapat dipergunakan selama 5 tahun, dengan kualitas yang sama dengan produk asing, dan yang paling penting adalah, biaya modal pembuatan hanya sepertiga dibandingkan dengan sebelumnya, sehingga diprediksi memiliki daya saing tersendiri untuk pasar dunia.