(Taiwan, ROC)Jumlah cadangan devisa Taiwan mencatat rekor tertinggi untuk bulan ke 12 secara berturutan pada akhir Maret, pada hakekatnya disebabkan bertambahnya hasil investasi dana yang dikelola oleh Bank Sentral, tapi depresiasi euro banding dolar Amerika telah merendahkan peningkatan bulanan cadangan devisa menjadi lebih kecil dibandingkan sebulan sebelumnya.
Statistik dari Bank Sentral menunjukkan, cadangan devisa Taiwan hingga akhir Maret berjumlah US$457,19 milyar, mencatat kenaikan bulanan US$467 juta, jauh lebih sedikit daripada peningkatan US$997 juta yang dicatat pada Februari.
Ketua Departemen Penukaran Mata Uang Asing Bank Sentral Harry Yen (顏輝煌) menganalisis, euro dalam satu bulan ini mendepresiasi 0,1% banding dolar Amerika, mengakibatkan berkurangnya nilai aset mata uang euro yang dimiliki Bank Sentral.
Meski demikian, lanjut Yen, apresiasi renminbi Tiongkok, won Korea Selatan dan yen Jepang terhadap dolar Amerika dalam satu bulan terakhir telah membantu Bank Sentral mengurangi dampak dari melemahnya euro dalam portofolionya.
Sementara itu, juga menurut Bank Sentral, aset milik asing hingga akhir Maret mendominasi sekitar 91% cadangan devisa Taiwan, meningkat dari 90% yang dicatat pada akhir Februari; sedangkan investor institusi asing menjual ekuitas lokal bernilai NT$45 milyar (US$1,55 milyar) dan mencatat pengaliran dana bersih keluar melampaui US$600 juta pada bulan yang sama.
Perihal statistik terakhir ini, Bank Sentral menegaskan komitmen untuk mempertahankan cadangan devisa cukup banyak melalui perbaikan hasil investasi untuk menjamin keamanan pasar finansial domestik, kendati investor institusi asing memindahkan dananya ke luar negeri.