History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Filipina Deportasi Pelaku Pidana Taiwan ke Daratan Tiongkok Kemenlu Keluarkan Protes

  • 04 April, 2018
  • Editor
Filipina Deportasi Pelaku Pidana Taiwan ke Daratan Tiongkok   Kemenlu Keluarkan Protes
Filipina Deportasi Pelaku Pidana Taiwan ke Daratan Tiongkok Kemenlu Keluarkan Protes

(Taiwan, ROC) Pemerintah Filipina pada tanggal 3 April malam menciduk 78 warga Taiwan yang terlibat dalam kasus penipuan telekomunikasi dan akan diserahkan Kementerian Pertahanan Keamanan Daratan Tiongkok, hari Rabu (4/4) dini hari diberangkatkan ke Daratan Tiongkok, Kementerian Luar Negeri Taiwan hari Rabu (4/4) menyampaikan, Kementerian Luar Negeri sudah beberapa kali meminta pihak Filipina untuk menanggani kasus ini dengan lebih hati-hati dan berdasarkan prinsip “yurisdiksi kewarganegaraan” dan keinginan dari pihak bersangkutan mendeportasi pelaku kembali ke Taiwan untuk dilakukan pemeriksaan secara hukum, namun pihak Filipina mendapat tekanan dari pihak Daratan Tiongkok sehingga mengirimkan terduga warga Taiwan ini ke Daratan Tiongkok. Kementerian Luar Negeri Taiwan telah menyampaikan protes pada pihak Filipina melalui kantor perwakilan Republik Tiongkok di Filipina.

Kementerian Luar Negeri mengemukakan, setelah terkuaknya kasus ini pihak kementerian luar negeri sudah berupaya keras melakukan komunikasi dengan pemerintah Filipina, meminta untuk dapat melakukan kunjungan dan memberikan jaminan keselamatan dan hak-hak hukum mereka yang terlibat dalam kasus ini serta mengirim pulang ke Taiwan, tetapi meskipun telah melakukan komunikasi, pihak Filipina dengan tekanan kuat dari Daratan Tiongkok akhirnya mengirim warga Taiwan yang terlibat dalam kasus ini ke Daratan Tiongkok.

Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) menyampaikan, telah mengajukan protes pada pihak Daratan Tiongkok. MAC menyampaikan, guna memberantas penipuan telekomunikasi antar negara, sejak tahun 2016 pihak kepolisain kami telah memperketat pengamanan dan juga merevisi peraturan, peraturan pencegahan pencucian uang, pencegahan kejahatan terorganisir dan lain sebagainya, melalui analisis data dan bekerja sama dengan negara lain untuk membongkar organisasi penipuan.

MAC menyampaikan, tindakan dari Daratan Tiongkok tidak membantu upaya kerja sama pemberantasan penipuan telekomunikasi antar selat Taiwan, malahan memperburuk perkembangan hubungan antar selat Taiwan; MAC telah meminta kepastian Daratan Tiongkok atas keselamatan dan hak-hak hukum orang yang terlibat kasus ini setelah mereka tiba di Daratan Tiongkok serta meminta pihak Daratan Tiongkok bertindak sesuai dengan ketentuan perjanjian timbal balik hukum antar Selat Taiwan, membantu keluarga pelaku berkunjung ke sana dan memberikan jaminan hak hukum serta menjalankan prosedur berdasarkan hukum yang adil.

Kementerian Kehakiman hari Rabu selain menyatakan rasa penyesalan juga mengajukan protes. Kementerian Kehakiman menegaskan, investigasi penipuan antar negara pada satu pihak memiliki kekurangan dalam cakupan dan juga pendalaman pemeriksaan yang memungkinkan pihak pelaku kejahatan lainnya masih bebas berkeliaran, apabila bekerja sama melakukan investigasi bersama memberantas kejahatan telekomunikasi, memberikan jaminan hak masyarakat antar selat.

MAC menghimbau Daratan Tiongkok agar penipuan telekomunikasi tidak terus terjadi, yang mana mungkin investigasi tunggal Daratan Tiongkok tidak membawa hasil tuntas, melalui cara kerja sama tentu lebih dapat menangkap otak kejahatan dengan demikian baru dapat menuntaskan penipuan telekomunikasi dan memberikan hak keamanan dan kesejahteraan masyarakat antar selat.

Komentar

Terbarumore