(Taiwan, ROC) Hari bebas berpendapat yang ditetapkan Taiwan jatuh pada tanggal 7 April, Kemendagri pada hari Selasa ini tanggal 3 April menggelar forum pembahasan Bebas Berpendapat Tantangan Era Baru –Refleksi Peranan Pemerintah yang dihadiri oleh Perdana Menteri Lai Ching-de, Menteri Non Portofolio Audrey Tang(唐鳳), Mendagri Yeh Juin-rung(葉俊榮), Menteri Kebudayaan Cheng Li-chiun(鄭麗君), Menteri MAC Chen Ming-tong 陳明通, Menteri Dewan Pembangunan Nasional(NDC) Chen Mei-ling(陳美伶).
PM Lai Ching-de menggunakan bahasa Hokkian memberikan sambutan, di masa lalu dilalui dengan pengawasan ketat dan tidak bebas, bahkan pemerintah adalah pelaku anti bebas berpendapat, tidak bebas dalam berpartai dan tidak membantah terhadap larangan, publikasi disensor, warga setempat tidak bebas mengutarakan pendapat, bernyanyi semua pendapat dibatasi, di sekolah menggunakan bahasa Hokiian akan dikenakan sanksi hukuman; Pendiri Freedom Era Weekly, Cheng Nan-jung(鄭南榕) dianggap oleh partai berkuasa KMT sebagai pemberontak, ditangkap oleh Hou You-yi(侯友宜), kemudian aktivitis Cheng membakar diri, sangat disayangkan dan dukungan masyarakat terhadap bebas berpendapat semakin tinggi. Berkat perjuangan beberapa tahun ini, bebas berpendapat Taiwan semakin maju dan mendapat pengakuan dari dunia internasional.
PM Lai mengatakan, “ sebenarnya kami adalah pelaksana Taiwan berdaulat, saya tidak berkata bahwa saya mengusulkan Taiwan berdaulat menghormati Cheng Nan-jung(鄭南榕), karena kami mengejar impian, maka saya mengerjakan tugas saya yang satu ini.”
PM Lai menambahkan, “sebenarnya setelah partai Demokrat Progresif berkuasa, semua masyarakat mengetahui dengan jelas, maka kami berada di sini, saatnya berbicara secara bebas, kami juga mengingatkan kepada Daratan Tiongkok, seharusnya menjamin adanya kebebasan berpendapat karena inilah nilai universal.”