(Taiwan/ROC) --- Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Dewan Perwakilan Amerika Serikat, Ileana Ros-Lehtinen memimpin delegasi untuk berkunjung Taiwan. Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) pada Senin (2/4) menyerahkan medali kehormatan, yang merupakan penghargaan atas kontribusi yang diberikan dalam memperkuat hubungan Taiwan - Amerika Serikat.
Kepala Negara dalam pidatonya mengungkap bahwa dirinya dengan Ileana Ros-Lehtinen merupakan sahabat lama. Walaupun pada akhir tahun ini Ileana Ros-Lehtinen akan pensiun dari jabatannya, tetapi ia merupakan sosok yang terus mendukung persahabatan Taiwan Amerika Serikat. Kepala Negara juga berharap bahwa ia dapat meneruskan perjuangannya kepada sosok baru penggantinya. Presiden Tsai menambahkan bahwa hubungan Taiwan dan Amerika Serikat harus semakin meningkat di masa mendatang. Kerja sama ini dapat digalakkan melalui berbagai kerja sama yang mampu memberikan keuntungan bagi kedua pihak.
Ileana Ros-Lehtinen dalam pidatonya mengemukakan bahwa Undang-Undang hubungan Taiwan Amerika Serikat mulai berlaku hari ini selama 39 tahun. Hubungan Taiwan dan Amerika Serikat akan terjalin semakin akrab, gedung baru AIT di Taipei merupakan salah satu bukti nyata. Ileana Ros-Lehtinen mengatakan, “Saya dengan bangga mengatakan bahwa hubungan Taiwan dan Amerika Serikat merupakan yang terkuat dalam sejarah. Dalam beberapa bulan terakhir Gedung AIT yang mulai dipergunakan merupakan salah satu bukti nyata. Kita juga tahu bahwa hubungan kedua pihak masih dapat berkembang. Ini juga merupakan salah satu tujuan dari kunjungan kami. Kami juga akan terus bekerja sama untuk memperkuat dasar dari hubungan keduanya”.
Ileana Ros-Lehtinen menunjukkan niat yang tinggi terhadap persahabatan Taiwan. Ia juga menekankan bahwa gaya hidup yang telah dimiliki Taiwan merupakan nilai yang istimewa, sehingga Amerika Serikat harus menunjukkan komitmennya. Ileana Ros-Lehtinen mengatakan, “Taiwan selalu mendapatkan tempat yang istimewa di hati setiap warga Amerika Serikat. Kami juga sangat jelas akan perekonomian, sistim demokrasi, hak berbicara, penghormatan akan HAM di Taiwan. Ini merupakan alasan mengapa kami berinisiatif untuk bekerja sama dengan Taiwan dan terus mempertahankan prinsip yang penting, yakni Taiwan tetap Taiwan”.
Ileana Ros-Lehtinen yang lahir di negara komunis Kuba, paham akan kondisi masyarakat Taiwan yang mendapat tekanan dari Daratan Tiongkok. Yang menjadi fokus dari kunjungan kali ini adalah bagaimana Amerika Serikat dapat membantu Taiwan; meliputi ekonomi, politik dan militer, sehingga dapat mengurangi ketergantungan dengan Daratan Tiongkok.
Ileana Ros-Lehtinen menuduh pemerintah Beijing yang menggunakan kekuatan militer dan ekonomi untuk menekan negara lain, misal dengan pasukan militer yang dikerahkan di Perairan Tiongkok Selatan, memaksa Panama untuk memutus hubungan diplomatik dengan Taiwan serta menghalangi keikutsertaan Taiwan di panggung internasional.