History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Setelah Kabut Liburan Imlek Hilang PMI dan NMI Maret Naik

  • 02 April, 2018
  • Editor
Setelah Kabut Liburan Imlek Hilang   PMI dan NMI Maret Naik
Setelah Kabut Liburan Imlek Hilang PMI dan NMI Maret Naik

(Taiwan, ROC) Institut Penelitian Ekonomi Chunghua (CIER) hari Senin (2/4) mengumumkan Indeks Pembelian Manufaktur (PMI) bulan Maret yang memperlihatkan kenaikan besar 13,2% menjadi 63,6%; sementara untuk Indeks Pembelian Non-manufaktur (NMI) juga mengalami kenaikan sebesar 3,7% menjadi 54,4% yang mana ini merupakan kenaikan selama 13 bulan berturut-turut. Ketua CIER menganalisa, PMI dan NMI bulan sebelumnya ada pada liburan tahun baru Imlek sehingga jumlah hari kerja berkurang sedangkan bulan ini kembali normal sehingga angka indeks naik banyak, hal ini memperlihatkan situasi pemulihan ekonomi berjalan stabil.  

 

CIER tanggal 2 April mengumumkan PMI Taiwan untuk bulan Maret yang meningkat 13,2% menjadi 63,6% menunjukkan kenaikan selama 25 bulan berturut-turut, menggores peningkatan terpanjang sejak 2 Juli 2012, indikator yang mengalami kenaikan besar diantaranya adalah indeks pemesanan baru dan kuantitas produksi, sedangkan untuk NMI yang mengalami kenaikan sebesar 3,7% menjadi 54,4% merupakan kenaikan ke 13 bulan berturut-turut, alasan utama adalah bertambahnya kegiatan produksi dan pemesanan baru.

 

Ketua CIER, Wu Jong-shu (吳中書) menganalisa, PMI dan NMI semuanya lebih tinggi dari bulan sebelumnya karena pada bulan sebelumnya yaitu bulan Februari terdapat liburan tahun baru Imlek, bulan ini jumlah hari kerja kembali normal sehingga angka indeks bergerak naik, hal ini memperlihatkan situasi stabilnya pemulihan ekonomi dan juga tidak terlalu memanas. Wu Jong-shu mengatakan, “Yang terlihat oleh kami adalah memasuki bulan Februari bertepatan dengan liburan tahun baru Imlek sehingga jumlah hari kerja hanya tinggal 15 hari, untuk bulan Maret jumlah hari kerja kembali normal yaitu 23 hari, dilihat dari jumlah hari kerja saja yang bertambah beberapa hari, apabila kita menyesuaikan data denga meperhitungkan hari libur makan kenaikan indeks tidak terlalu besar, bulan April ii hari kerja kembali lagi berkurang menjadi 18 hari. Sehingga mungkin angka indeks tidak begitu tinggi namun masih akan memperlihatkan kenaikan.”

 

Terkait dengan dimulainya pertarungan perdagangan antara Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok, Wu Jong-shu mengemukakan, rantai produksi tiap-tiap negara saling berkaitan jadi tentu saja hal ini mempengaruhi banyak negara tidak kecuali dengan Taiwan, dilihat dari indeks produksi untuk 6 bulan ke depan menunjukkan adanya kekhawatiran, disarankan agar pengusaha yang melakukan investasi atau mengekpor produknya ke luar negeri untuk mempertimbangkan situasi tendensi penjual di negara tujuan.

Komentar

Terbarumore