(Taiwan/ROC) --- Komite Diplomatik dan Pertahanan Nasional Yuan Legislatif mengundang Biro Pertahanan Nasional (NSB), Komando Kepolisian Kementerian Pertahanan (AFPC) dan Badan Kepolisian Nasional Kementerian Dalam Negeri (NPA) untuk memberikan laporan khusus terkait dengan “Kondisi Pelaksanaan Keamanan para Petinggi Negara, Pelatihan Personel Khusus, Kesiapan Data Keamanan dan Strategi Kebijakan Pertahanan Nasional”. Wakil NSB Chou Mei-wu (周美伍) saat menjawab pertanyaan mengemukakan bahwa guna untuk meningkatkan standar keamanan terkait perjalanan rahasia Presiden, maka NSB telah mempersingkat metode pelaporan dan mengurangi beberapa prosedural utama serta akan terus berupaya mengungkap sumber dari adanya kebocoran tersebut.
Petugas yang bertanggung jawab atas keamanan Kepala Negara, baru-baru ini terlibat dalam serangkaian insiden, meliputi bocornya daftar perjalanan Presiden yang berada di tangan beberapa tokoh dari organisasi penentang reformasi dana pensiun, kasus salah serang yang dilakukan oleh salah satu petugas bermarga Wang (王) yang diketahui bertanggung jawab atas keamanan di kediaman resmi negara dan kasus amfetamin yang dikonsumsi oleh salah seorang anggota batalyon Bao Liu (保六大隊) dengan marga Zheng (鄭). Para anggota legislator prihatin akan kejadian ini dan meminta kepada instansi terkait untuk kembali melaporkan pada 2 hari mendatang.
Terkait dengan bocornya jadwal kunjungan Kepala Negara, anggota legislator Lo Chih-cheng (羅致政) bertanya apakah NSB telah melakukan penyidikan secara internal, Chou Mei-wu mengemukakan bahwa telah dilakukan pemeriksaan terkait, namun juga diketahui bahwa banyak unit yang terlibat dalam jadwal perjalanan tersebut. Meskipun hingga saat ini, belum terlacak akan siapa yang harus bertanggung jawab, namun NSB telah menerapkan beberapa langkah pencegahan yang diperlukan.
Chou Mei-wu mengatakan, “Menanggapi hal-hal yang dikhawatirkan oleh para anggota legislator, pihak internal NSB sebenarnya telah memiliki serangkaian prosedur pencegahan. Keadaan saat ini sudah mulai menampakkan perbaikan. Misal kita mempersingkat waktu pelaporan serta mengurangi beberapa prosedural utama, telah kami terapkan dengan baik. Dan kami akan terus meningkatkan pertahanan nasional yang diperlukan”.
Deputi Komando AFPC Chou Kuang-chi (周廣齊) saat menerima wawancara mengklarifikasi terkait dengan isu di luar sana yang memberitakan seorang petugas keamanan bermarga Wang yang melakukan penyerangan dikarenakan adanya gangguan mental akibat bermain konsol elektronik hingga larut malam. Kini sang petugas tersebut telah dipindahkan posisinya dan akan dinilai kembali. Chou Kuang-chi mengatakan, “Kapten Wang diketahui memang beberapa hari menaiki kendaraan di tengah malam, tetapi hal ini tentu tidak sama dengan isu yang beredar di luar sana, yang mengatakan bahwa ia mengalami gangguan mental akibat bermain konsol elektronik hingga larut malam. Yang ia lakukan hanyalah untuk mengosongkan senapan yang berujung pada penyerangan salah sasaran. Kini ia telah diselidiki dan dipindah tugaskan dari posisinya”.
Selain itu, terkait dengan anggota batalyon yang diduga mengonsumsi amfetamin, Chou Kuang-chi mengemukakan bahwa petugas bermarga Zheng ini merupakan anggota yang bertugas di barisan terluar. Dirinya terbukti menggunakan obat terlarang dan telah dikenakan 2 peringatan serta dipecat dari posisinya. Mengenai apakah masih ada petugas lain yang terlibat dalam penggunaan narkoba, Chou Kuang-chi mengungkap bahwa untuk melakukan pemeriksaan urine membutuhkan landasan hukum dan kini NSB telah mengajukan rancangan undang-undang terkait kepada Kementerian Kehakiman (MOJ) untuk ditinjau.