(Taiwan, ROC) Flight Safety Foundation (FSF) berdiri pada tahun 1947 adalah salah satu organisasi swasta skala besar yang bergerak pada sektor keselamatan penerbangan, setiap tahun mengadakan pertemuan pembahasan isu keselamatan penerbangan di berbagai kota di dunia. Hingga saat ini jumlah anggota yang bergabung dalam FSF mencapai 150 negara, Taiwan termasuk salah satu anggotanya. Beberapa instansi Taiwan diantaranya Civil Aeronautics Administration Kementerian Perhubungan, Aviation Safety Council, Flight Safety Foundation Taiwan , China Airlines, Eva Airways dan Far Eastern Air Transport adalah bagian anggota dari organisasi ini.
Pertemuaan International Air Safety Summit (IASS) ke -71 akan berlangsung di Seattle, Amerika Serikat, delegasi Taiwan akan dipimpin oleh Wakil Menteri Perhubungan Wang Kwo-tsai (王國材) yang menjabat selaku Direktur China Aviation Development Foundation (CADF). Wang kwo-tsai bersama Mark Milliam Wakil Presiden FSF melakukan penandatanganan kerjasama serta mengumumkan IASS ke-72 akan digelar di Taipei pada tanggal 4-6 Nopember 2019 mendatang.
Wang kwo-tsai mengatakan, Taiwan merupakan pusat kawasan Asia Pasifik pada tahun lalu lintas manusia bandara internasional Taoyuan mencapai 40 juta per orang per kali, dapat diartikan bergabung dengan liga besar bandara internasional, sasaran yang diutamakan masih berpegang pada konsep umum lama yakni toleransi nihil untuk kecelakaan penerbangan, dijadwalkan kegiatan IASS tahun depan menjadi ajang pertemuan antara 350-400 pakar bidang penerbangan maupun organisasi, selain tetap terfokus pada pembahasan keselamatan penerbangan juga diharapkan dengan ajang ini dapat mengup-garde potensial industri dan menambah kekuatan bidang penerbangan Taiwan.
Wang kwo-tsai mengatakan, “Pihak kami untuk volum bagian pemeliharaannya sejumlah 65 milyar dolar, dari jajaran bagian bawah pada instansi Aerospace Industrial Development Corporatioan(AIDC), Eva Airways, China Airlines sejumlah 200 industri pemasok, maka dalam sektor industri penerbangan bagi negara kami adalah hal yang sangat penting, bagian pertahanan penerbangan dalam industri 5+2, kami beranggapan, adanya berkemampuan untuk mengupgrade industri penerbangan menjadi sasaran yang perlu kami tuju.”
Mark Millian mengatakan, di masa lalu kinerja keselamatan dari penerbangan komersial sangat baik, jumlah kematian akibat kecelakaan penerbangan nihil, namun tidak beruntung sekali, pada tahun ini di kuartal pertama, ada 3 maskapai penerbangan internasional mengalami musibah kecelakaan besar yang mengakibatkan 190 korban tewas, hal ini menunjukkan tugas menjaga keselamatan penerbangan tidak akan pernah berhenti, meminimalkan kecelakaan dan mengoptimalkan operasi keselamatan penerbangan. Ia juga mengharapkan pertemuan IASS yang akan berlangsung di Taipei tahun depan, akan menjadi bagian pertemuan yang paling baik.