(Taiwan, ROC) Jumlah burung black-faced spoonbill yang tercatat di Taiwan pada musim dingin yang baru lalu menunjukkan penurunan dibandingkan setahun sebelumnya, meskipun Taiwan tetap merupakan tempat tujuan utama bagi spesies langka tersebut untuk melewati musim dingin.
Berdasarkan statistik dari Sensus Black-faced Spoonbill Internasional 2018, sejumlah 2.195 ekor burung migran berwajah hitam itu terbang ke Taiwan pada musim dingin tahun ini, berkurang 406 ekor dari tahun lalu.
Meski demikian, itu adalah jumlah burung black-faced spoonbill terbanyak yang dicatat di satu negara, mendominasi 55,7% dari populasi global sebanyak 3.941 ekor, kata Yu Yat-tung (余日東), manager riset Hong Kong Bird Watching Society selaku koordinator sensus tersebut.
Menurutnya, tercatat ada sejumlah 744 ekor black-faced spoonbill yang melewati musim dingin di Daratan Tiongkok, bertambah 347 ekor dari tahun silam dan membuatnya sebagai tempat tujuan terbanyak kedua bagi burung hampir punah itu.
Jumlah spoonbill berwajah hitam di Jepang juga mencatat kenaikan di tahun ini dari 433 menjadi 508 ekor, sedangkan di Hong Kong adalah 350 ekor, lanjutnya.
Yu merasa lega bahwa populasi black-faced spoonbill di seluruh dunia telah menunjukkan kenaikan stabil dalam beberapa dasawarsa terakhir, dari tidak sampai 300 ekor pada 1990 menjadi hampir 4.000 ekor pada tahun ini, tapi ia tidak tahu mengapa jumlah spoonbill yang terbang ke Taiwan mencatat penurunan.
Untuk diketahui, sensus tahunan tersebut diselenggarakan pada 19-21 Januari di 40 situs di 10 negara dan wilayah di Asia Timur dan Tenggara.