(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan kunjungan yang kini tengah dilakukan oleh Menteri non Porto Folio John Deng Chen-chung ke Amerika untuk melakukan negosiasi pembahasan pembebasan pajak berat yang dikenakan untuk jenis industri baja dan alumunium, menyampaikan bahwa kunjungannya kali ini ke Washington DC telah bertemu dengan beberapa pejabat pemerintah dan anggota parlemen setempat. Maksud kunjungannya kali ini juga sekaligus untuk memahami lebih mendetail berkenaan dengan masalah penarikan pajak yang diberlakukan oleh pemerintah Amerika Serikat, dan ke depannya pihaknya juga akan menggunakan 2 cara untuk tetap melakukan upaya pembebasan pajak dari pemerintah setempat.
John Deng Chen-chung yang juga menjabat sebagai kepala kantor perwakilan khusus negosiasi bidang perdagangan Yuan Eksekutif, kini tengah berada dalam perjalanan pulang kembali dari Amerika Serikat, dan diperkirakan akan tiba di Taiwan pada hari Minggu tanggal 25 Maret dinihari. Saat diwawancara oleh media melalui telepon, Johnj menjelaskan bahwa sekalipun kunjungan kali ini dapat bertemu dengan banyak pejabat teras pemerintah, namun dirinya tidak dapat membeberkan nama para pejabat yang berhasil ditemukan. Selain pejabat, ia juga sempat bertemu dengan anggota parlemen setempat, pakar cendekiawan, pengusaha dan berbagai komunitas lainnya, sehingga kunjungan kali ini dirasakan mendapatkan banyak sekali masukan yang berbeda dengan sebelumnya, serta lebih memahami kondisi negara setempat.
John Deng Chen-chung menyebutkan bahwa usai dirinya tiba di Taiwan, maka ia akan segera melakukan rapat diskusi dengan para pelaku usaha bidang industri baja dan alumunium. Merujuk kepada data statistik yang ada, mayoritas pengusaha Taiwan menggunakan baja dan alumunium yang diimpor dari Daratan Tiongkok, sehingga di kedepannya harus mencari jalan solusi pengentasan masalah ini, khususnya dalam hal mencari pengganti penyuplai baja dan alumunium. Namun jika bahan baku yang diimpor tersebut hanya dipergunakan untuk di Taiwan saja, dan tidak digunakan sebagai bahan dasar produk yang akan diproduksi, setelah melewati proses manufaktur, maka produk yang dihasilkan dapat dijual di pasar Amerika Serikat, dan tidak akan menemukan kendala pembebanan pajak tambahan yang cukup berat tersebut. Jika didapati adanya penggunaan baja dan alumunium yang diimpor dari Daratan Tiongkok, kemudian digunakan sebagai bahan material dasar untuk produk manufaktur, maka pelaku usaha yang ada harus mencari jalan keluar pemecahan masalah ini.
Sehubungan dengan 2 cara yang akan terus diupayakan untuk bisa diberikan pembebasan masalah pajak jenis industri baja dan alumunium adalah, yang pertama terus melakukan negosiasi dengan pihak pemerintah Amerika Serikat, sehingga diberikan kemudahan atau pembebasan pajak. Yang kedua adalah mengajukan pembebasan pajak untuk produk yang akan dimasukkan ke dalam pasar Amerika Serikat, dengan melakukan kerjasama dengan perusahaan setempat, dan untuk cara ini pihak Departemen Perdagangan Luar Negeri Kementrian Perekonomian akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan bantuan kepada pelaku usaha.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada tanggal 8 Maret mengumumkan bahwa 15 hari kemudian akan diberlakukan pengenaan pajak produk impor untuk jenis industri baja dan alumunium masing-masing adalah 25% dan 10%, dimana kebijakan ini akan secara resmi berlaku per tanggal 23 Maret. Untuk negara-negara yang mendapatkan kemudahan pembebasan pajak tinggi tersebut untuk sementara waktu antara lain Kanada, Meksiko, Australia, Brazil, Argentina, Korea Selatan dan Uni Eropa. Sementara untuk negara-negara lain yang memiliki hubungan kerjasama bidang pertahanan dan keamanan dengan Amerika Serikat, bisa melakukan negosiasi dan musyawarah untuk mencari jalan solusi pemecahannya, yang tentu mayoritas menargetkan untuk bisa mendapatkan pembebasan pajak tambahan tingi tersebut.
Sehubungan dengan masalah Taiwan yang tidak dikategorikan sebagai negara yang bisa mendapatkan pembebasan pajak sementara, John Deng Chen-chung menyampaikan bahwa alasan yang paling utama adalah pihak Amerika beranggapan bahwa ada pelaku usaha Taiwan yang menggunakan bahan material impor asal Daratan Tiongkok, kemudian setelah diproses, produk dijual ke pasar Amerika. Dari hasil data statistik yang berhasil dicatat, memang ditemukan adanya kondisi seperti yang dikhawatirkan tersebut.
Untuk mengantisipasi dan menjawab keraguan pihak Amerika, maka dirinya akan segera melakukan rapat diskusi dengan para pelaku usaha di Taiwan.
John Deng Chun-cheng menjelaskan sekalipun Uni Eropa dikategorikan sebagai negara-negara yang mendapatkan pembebasan pajak sementara, untuk keputusan finalnya akan merujuk kepada pengumuman resmi yang dirilis oleh pemerintah Amerika Serikat pada akhir bulan April mendatang. Selama masa jedah waktu yang ada, pihak Amerika mengundang berbagai negara untuk melakukan negosiasi berkenaan dengan pembebasan pajak bidang industri baja dan alumunium, termasuk Jepang dan Taiwan.