(Taiwan, ROC) – Guna menindaklanjuti dan menyesuaikan program kerja dengan Kebijakan Menuju Pasar Selatan Asia yang diusung oleh pemerintah, perusahaan air bersih Taiwan tengah melakukan kunjungan kerja ke India, sekaligus berbagai informasi teknologi pendayagunaan air bersih. Hal ini tidak semata telah meningkatkan popularitas nama Taiwan di kasasan India, sekaligus memberikan citra yang baik di mata masyarakat India, khususnya sistim teknologi yang dimiliki oleh A-Team.
Forum sumber daya air nasional India yang digelar di Tamil Nadu pada tanggal 22 hingga 23 Maret, diikuti oleh Chairperson Perusahaan Air Taiwan atau TWC, Kuo Chun-ming, yang memaparkan laporan terkait pendayagunaan air dan juga berbagi pengalaman dengan para peserta forum. Pihak TWC menjelaskan bahwa kunjungan yang dilakukan ke India untuk melakukan promosi sistim teknologi yang dimiliki oleh TWC, selain telah meingkatkan nama dan citra perusahaan air Taiwan di India, hasil karya dari A-Team mampu dalam bidang teknologi pendayagunaan air, mampu memukau dan menarik perhatian para peserta forum.
Kuo Chun-ming menyebutkan bahwa Taiwan memiliki berbagai keunggulan dalam bidang yang berbeda, misalnya semi konduktor, teknologi informatika dan lain sebagainya yang telah diketahui oleh dunia. Selain itu, sistim teknologi pendayagunaan air yang dimiliki oleh pelaku usaha air di Taiwan juga memiliki keunggulannya tersendiri, sehingga mampu bersaing dalam pasar dunia internasional dan mendapatkan perhatian khusus dari publik.
Kuo Chun-ming menjelaskan bahwa Taiwan mampu mengatasi masalah air yang sangat keruh, misalnya pada saat terjadi gempa bumi di Hualien pada tanggal 6 Februari silam, yang memutuskan jaringan pipa air di 900 titik lokasi. Pihaknya mampu memberikan pelayanan perbaikan di semua titik lokasi bencana hanya dalam kurun waktu tidak sampai 7 hari. Membahas masalah gempa, ia mengambil contoh saat terjadi gempa dahsyat di Jepang, pihak Jepang membutuhkan waktu pelayanan perbaikan saluran pipa air bersih selama 2 hingga 3 bulan. Perbedaan ini disebabkan karena Taiwan memiliki banyak tekniksi dan tim kerja yang berpengalaman dalam bidang terkait.
Selain itu Kuo Chun-ming juga menambahkan bahwa saat Taiwan dilanda badai taifun Megi pada tahun 2016, pihak Perusahaan Air Taiwan berhasil memperbaiki sarana saluran pipa air bersih dalam kurun waktu 24 jam usai bencana taifun berlalu, sementara jika dibandingkan dengan pihak Daratan Tiongkok, mereka membutuhkan waktu selama 15 hari untuk memperbaiki sarana dan prasarana saluran air yang rusak. Kuo menjelaskan bahwa TWC sendiri mampu menstabilkan kadar air keruh menjadi kategori air bersih hingga mencapai 99,94%, dimana angka ini masuk dalam kategori standar sangat tinggi di dunia, sementara untuk standar pengentasan air limbah, pihak TWC mampu menangani air limbah menjadi air bersih hingga mencapai 99%.