(Taiwan, ROC) -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menandatangani Nota Kesepahaman yang mana akan memberlakukan pajak yang tinggi (hampir USD60 Milyar) pada Daratan Tiongkok, Presiden Tsai Ing-wen hari Jumat (23/3) menyampaikan, pemerintah akan melakukan komunikasi dan negosiasi lebih lanjut dengan Amerika Serikat untuk memastikan kalau perdagangan Taiwan tidak berpengaruh dengan pemberlakuan peraturan tersebut; pemerintah juga akan meneliti perluasan produk dan proporsi produk agar dapat meningkatkan proporsi produk Taiwan dalam produk-produk yang ada di Amerika sehingga dapat mendefinisikan produk Taiwan, menghindari terjadinya produk yang saling tabrakan dan untuk perkembangan ekonomi Taiwan.
Presiden mengemukakan, Taiwan pada dasarnya mementingkan perdagangan, dikedepannya akan terus menegosiasikan dengan Amerika Serikat untuk memastikan tidak mempengaruhi kepentingan perdagangan Taiwan juga tidak menjadi dirugikan karenanya. Presiden beranggapan, negosiasi merupakan cara yang paling baik untuk menyelesaikan konflik perdagangan, pihak Taiwan menghimbau AS dan Daratan Tiongkok untuk melakukan negosiasi agar dapat menghindari terjadinya perang perdagangan; Pres Tsai juga menegaskan, dua tahun terakhir ini perekonomian Taiwan membaik yang mana ini juga menjadi alasan penting bagi pasar saham, masyarakat Taiwan memiliki keyakinan akan perkembangan perekonomian Taiwan.
Mengenai kebijakan Taiwan untuk merespon ini, Presiden Tsai mengungkapkan, pertama-tama adalah meningkatkan penelitian dan pengembangan serta proporsi produk, melalui “Made in Taiwan” untuk mengurangi bentrokan, Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Memperluas pengembangan teknologi, memproduksi komponen penting, meningkatkan nilai, manajemen dan pengoperasian, sehingga bisa menambah bagian produk Taiuwan dalam rantai produk Amerika Serikat, dengan demikian produk-produk ini dapat didefinisikan sebagai produk Taiwan.”
Kebijakan kedua adalah mempercepat kebutuhan investor domestik, mempercepat penerapan perencanan dasar masa depan, terus mendorong kemampuan transformasi, pembaruan kota dan perencanaan pengembangan domestic lainnya; ke tiga adalah meningkatkan kemampuan inovatif karena pengembangan teknologi dan perlindungan hak kekayaan intelektual merupakan kunci kemenangan perdagangan, untuk itu harus memperluas produksi inovatif baru 5+2 dan perencanaan pengembangan industry teknologi sangat diperlukan; keempat adalah perbanyak tata letak, dengan agresif mendorong perdagangan dan memperbanyak produksi produk dasar terlebih melalui kebijakan baru ke arah selatan, Taiwan akan mempercepat tata letaknya di sana.
Selain mendeskripsikan 4 kebijakan, Presiden juga menyampaikan, pemerintah akan mendukung pengusaha Taiwan untuk kembali menanamkan modalnya di Taiwan karena “Taiwan sekarang ini benar-benar lumayan”. Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan, melihat kembali pada setahun terakhir ini, investasi di atas NTD500 juta mencapai 400 investasi lebih, pertumbuhan investor asing dan Tionghoa Perantau melebihi 13%, Perusahaan seperti Microsoft, Amazon, dll semuanya bersiap-siap mendirikan R & D baru atau pusat inovasi di Taiwan, Google juga telah mulai memperluas rekrutmennya, sehingga restrukturisasi ekonomi Taiwan akan lebih termotivasi.
Mengenai perang perdagangan AS – Daratan Tiongkok, Perdana Menteri William Lai tanggal 23 Maret ketika diinterpelasi di Yuan Legislatif kembali menegaskan kalau pemerintah akan memperhatikan perkembangan berkesinambungan dan langkah-langkah relevan. Ia juga yakin kalau sanksi perdagangan Amerika Serikat akan mendorong perusahaan Taiwan yang berkembang di Daratan Tiongkok untuk beralih ke Asia Tenggara atau kembali ke Taiwan, ini juga merupakan solusi pemerintah terhadap 5 kekurangan yang dialami industri (kekurangan air, listrik, lahan, tenaga berbakat dan kerja) yang mana ini yang manjadi merupakan tujuan penting pemerintah.