Hubungan diplomatik Taiwan dengan 20 negara sahabat saat ini termasuk stabil dan untuk sementara tidak ada masalah putusnya hubungan diplomatik dengan negara mana pun, demikian ditegaskan Menteri Luar Negeri Joseph Wu Chao-hsieh (吳釗燮) ketika menghadiri sidang interpelasi di Yuan Legislatif, Kamis.
Wu mengatakan, “Hubungan dengan sejumlah negara sahabat membutuhkan lebih banyak perhatian dan waktu, tapi pada hakekatnya semua hubungan tersebut cukup stabil. Melalui data yang saya peroleh, untuk sementara tidak akan ada krisis putusnya hubungan dengan negara mana pun.”
Menlu mengaku, kondisi diplomasi saat ini memang sangat tegang, tapi diplomasi Taiwan sejak dulu berada pada kondisi menegangkan kendati di bawah prasyarat mengakui “konsensus 1992” dan “prinsip satu Tiongkok.”
Perihal kunjungan Deputi Asisten Sekretaris Biro Urusan Asia Timur dan Pasifik Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Alex Wong ke Taiwan, Wu mengemukakan, perjalanan Wong ke Taiwan dan negara-negara Asia Tenggara kali ini bertugas menyelami apakah negara-negara bersangkutan sesuai dengan syarat “Strategi Indo-Pasifik” yang diadopsi administrasi Presiden Donald Trump, dan melalui apa yang diungkapkan Wong, Taiwan tampak jelas telah memenuhi kualifikasi.
Joseph Wu mengatakan, “Ia tidak hanya bilang Taiwan telah memenuhi syarat, juga mengatakan bahwa Taiwan adalah contoh teladan demokrasi kawasan Indo-Pasifik.”
Mengenai langkah berikutnya yang akan dipromosikan Amerika Serikat untuk “Strategi Indo-Pasifik,” Wu menganalisis, sampai sekarang belum diketahui dengan jelas, tapi yang bisa dipastikan adalah fungsi strategi tersebut sepenuhnya sama dengan kebijakan arah selatan baru yang dipromosikan Taiwan, maka ada ruangan besar bagi kerja sama Taiwan dan Amerika Serikat di masa depan.