History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kapal Induk Liaoning Daratan Tiongkok Berlayar Masuk ke Selat Taiwan

  • 21 March, 2018
  • Editor
Kapal Induk Liaoning Daratan Tiongkok Berlayar Masuk ke Selat Taiwan
Kapal Induk Liaoning Daratan Tiongkok Berlayar Masuk ke Selat Taiwan

        (Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan adanya kapal induk Liaoning asal Daratan Tiongkok yang berlayar masuk ke dalam perairan di Selat Taiwan pada hari Selasa tanggal 20 Maret lalu, Menteri Pertahanan dan Keamanan Yen Teh-fa pada hari Rabu tanggal 21 Maret memberikan laporan terkait kepada Komisi Urusan Luar Negeri dan Keamanan Nasional Yuan Legislatif, dan menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh legislator asal partai DPP Lo Chih-cheng. Yen Teh-fa menyampaikan kegiatan latihan lintas wilayah yang dilakukan oleh kapal induk Liaoning tersebut, dan pihak Kementrian Pertahanan dan Keamanan atau MND telah memiliki data informasi yang mendetail dan kini pihaknya tidak akan memberikan penjelasan lebih lanjut untuk umum. MND menjelaskan jika diperlukan maka pihaknya akan melakukan tindakan antisipasi selanjutnya. Dalam pers rilis yang diluncurkan oleh MND, disebutkan bahwa kapal induk Liaoning pada hari Kamis malam tanggal 8 Maret lalu telah berlayar memasuki kawasan pertahanan udara sebelah Timur Laut Taiwan atau ADIZ, dan berlayar di sepanjang pertengahan garis perbatasan di Selat Taiwan menuju ke arah Barat. Pada hari Rabu tanggal 21 Maret pukul 12:30, kapal induk tersebut telah berlayar menjauhi kawasan pertahanan udara bagian Tenggara Taiwan. Untuk itu MND meminta semua masyarakat dapat tenang dan tidak perlu khawatir.

        Sehubungan dengan latihan militer di luar garis pantai yang dilakukan oleh pihak angkatan militer Daratan Tiongkok secara berkelanjutan belakangan ini, maka tentu telah memberikan beban tekanan kepada angkatan militer pihak MND. Ditambah lagi dengan munculnya rumor di publik yang menyebutkan bahwa usul saran dari Amerika Serikat kepada MND untuk dapat menyewa pesawat tempur jenis F-15 atau F-18, adalah untuk menyeimbangkan kekuatan tempur yang ada saat ini. Yen Teh-fa menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh Lo Chih-cheng, bahwa hingga kini tidak ada program rencana penyewaan pesawat tempur seperti yang diisukan di kalangan umum.

        Yen Teh-fa mengatakan, “Level kemampuan tempur yang dimiliki oleh F-16 atau IDF telah mampu ditingkatkan, sehingga tugas utama pesawat tempur dalam memberikan perlindungan sudah tidak menjadi masalah. Selain itu kesepakatan kerjasama servis perbaikan untuk pesawat tempur jenis Dassault Mirage dengan Perancis juga telah ditandatangani, dimana pesawat tersebut dapat ditingkatkan lagi daya tempurnya di kemudian hari. Kami kini tengah mempertimbangkan apakah dengan melakukan penyewaan mampu mengentaskan permasalahan yang ada?”

        Berkenaan dengan apakah pada akhir tahun 2018, akan ada program pembelian pesawat tempur jenis F-35, Yen Teh-fa menjelaskan bahwa pesawat tersebut memiliki kemampuan untuk terbang jarak pendek, juga sesuai dengan salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi oleh angkatan udara nasional, namun pihak MND hingga kini belum melakukan penjajakan lebih lanjut dengan pihak Amerika Serikat.

Komentar

Terbarumore