(Taiwan, ROC) Taiwan mendorong perluasan pembangkit tenaga listrik tenaga api Shen Ao, tanggal 14 Maret lalu Biro Pelestarian Lingkung dengan selisih 1 suara yaitu 9 banding 8 meloloskan program pembangunan ini namun hal ini mendapat bantahan dari kabupaten dan kota di bagian utara Taiwan, mengkhawatirkan pembangkit listrik tenaga api berdampak bagi kualitas udaara. Legislator partai oposisi Partai Kuo Min Tang (KMT) hari Jumat (16/3) sebelum rapat di Yuan Legislatif menyerukan slogan, menduduki podium rapat dan meminta agar program ini dikaji ualng.
Perdana Menteri William Lai yang hadir dalam rapat ini menyampaikan, pembangkit listrik tenaga api ShenAo sebenarnya kurang lebih sama seperti pembakaran gas alam.
Perdana Menteri William Lai mengatakan, “Batu bara yang digunakan di pembangkit listrik tenaga api ShenAo menggunakan batu bara yang bersih dengan peralatan dasar yang baik, dengan kata lain jumlah polusi yang dihasilkan oleh pembangkit listrik ini kurang lebih sama dengan pembangkit listrik tenaga alam.”
Terkait dengan satu suara kunci dari Wakil Biro Pelestarian Lingkungan, Zhan Shun-gui sehingga program pembaruan pembangkit listrik tenaga api berhasil menang, Legislator KMT meminta Zhan untuk turun dari jabatan. PM William Lai menyampaikan, Zhan Shun-gui memiliki keahlian dalam bidang pelestarian lingkungan, adanya gerakan sosial dan Zhan mendukung program ini, untuk itu ia berharap masyarakat sosial juga memberikan dukungan atas keputusan ini, Yuan Eksekutif juga akan bertanggung jawab untuk memonitornya.
Tidak saja mendapat protes dari pan biru, gubernur kabupaten Yilan, Chen Jin-de juga tidak dapat menerima diloloskan program PLTA Shen Ao dan meminta untuk dikaji ulang. PM Lai menyampaikan, apa yang ditetapkan hukum, itulah yang dijalankan.