(Taiwan, ROC) Dewan Energi Atom (AEC) kembali meyakinkan keamanan pemulihan operasi reaktor ke 2 di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) No.2, sementara Kementrian Ekonomi menegaskan dipulihkannya operasi tersebut tidak menandakan rencana membangun negara bebas nuklir yang diajukan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) adalah cek kosong.
Melalui laporan yang disampaikan di Yuan Legislatif Kamis pagi, Ketua AEC Hsieh Shou-shing (謝曉星) menekankan, keamanan tersebut dipastikan melalui pemeriksaan berjangka panjang.
Usai terjadinya kondisi korslet listrik pada saat reator ke 2 PLTN No.2 diusahakan beroperasi kembali pada 16 Mei, 2016, Hsieh mengatakan, “Kami mengajukan banyak pertanyaan perihal laporan penyebab kondisi korslet listrik tersebut. Taipower juga sangat teliti dalam melakukan penyelidikan. Mereka hanya mengajukan laporan pada November 2016.”
Mengenai apakah beroperasi kembalinya reaktor ke 2 PLTN No.2 menandakan tidak terlaksananya rencana membangun negara bebas nuklir yang diajukan Presiden Tsai, Menteri Ekonomi Shen Jong-chin (沈榮津) yang juga hadir di persidangan Yuan Legislatif menegaskan, target kebijaksan negara bebas nuklir tidak berubah, operasi PLTN No.1, No.2 dan No.3 akan dihentikan seperti dijawalkan, dan PLTN No.4 tidak akan memulai operasi.
Shen juga memastikan, permohonan beroperasi kembalinya reaktor ke 2 PLTN No.2 oleh AEC sepenuhnya sesuai regulasi.
Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, Yuan Eksekutif telah menyetujui rencana AEC memulihkan operasi reaktor ke 2 PLTN No.2, tapi rencana tersebut harus disetujui Yuan Legislatif sebelum diimplementasikan.
Menurut Hsieh, setelah rencana tersebut disetujui di Yuan Legislatif, AEC akan menyampaikan pemberitahuan kepada perusahaan Taipower, yang kemudian dijadwalkan melaksanakan pemulihan tersebut dalam kurun waktu empat sampai sembilan hari.