(Taiwan, ROC) – Nama peraih penghargaan untuk Ilmuan Wanita Berprestasi Taiwan periode 11, yang juga dijuluki dengan “Penghargaan Nobel Wanita Taiwan”, telah diumumkan pada hari Sabtu pagi tanggal 10 Maret. Adapun penghargaan tertinggi untuk prestasi yang terbaik diberikan kepada Tsai I-fang, salah seorang peneliti wanita yang bernaung dalam Riset Penelitian Bidang Molekul Biologi di Academia Sinica.
Tsai I-fang sendiri berhasil memberikan kontribusi besar, khususnya dalam penelitian transpor asam nitrat protein, sehingga mampu mengurangi resiko yang ditimbulkan dari pupuk nitrogen terhadap habitat lingkungan. Hasil penemuan yang juga telah dirilis dalam majalah teknologi dan ilmu pengetahuan bergengsi dunia, juga telah mendapatkan hak cipta dari Taiwan dan Amerika. Penemuan ini tidak saja menciptakan peluang kesempatan bagi Taiwan dalam dunia perekonomian bidang biologi, juga telah menjadikan penelitian Taiwan diketahui oleh masyarakat internasional.
“Penghargaan ilmuan wanita berprestasi Taiwan” adalah satu-satunya jenis penghargaan yang diberikan kepada ilmuan dan peneliti wanita yang berprestasi di Taiwan, sehingga juga dijuluki dengan sebutan “Penghargaan Nobel Wanita Taiwan”, dimana pemberian penghargaan ini adalah hasil hasil kolaborasi antara Loreal Taiwan, Asosiasi Wanita dan Yayasan Pendidikan Wu Chien-shiung yang kini telah memasuki periode yang ke 11 tahun. Merujuk kepada tata cara pemilihan pemenang, setiap tahunnya akan mencari sosok ilmuan yang memberikan kontribusi besar dalam bidang penelitian biologi dan ilmu pengetahuan terkait lainnya.
Tsai I-fang sendiri khusus menggeluti bidang penelitian ilmu nutrisi tumbuhan, mulai dari penelitian terhadap fungsi kerja sel protein, menggunakan metode pewarisan sifat genetis transpor asam nitrat protein. Hal ini berhasil membuka lapisan penelitian yang baru dalam hal transpor asam nitrat protein, dimana Tsai I-fang sendiri juga berhasil mampu menemukan proses sensor yang ada dalam asam nitrat, sehingga mampu mengetahui dan mengontol jumlah pertumbuhan tanaman serta metabolisme yang ada. Penemuan ini berhasil menarik perhatian yang besar, bahkan mengejutkan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan mengetahui dan memahami proses sistim transpor asam nitrat, Tsai I-fang mendesain sebuah strategi baru untuk bisa dipergunakan dalam hal meningkatkan tingkat efisiensi pupuk nitrat dalam dunia pertanian, sehingga turut mampu mengurangi efek buruk yang berbahaya bagi habitat lingkungan.
Tsai I-fang mengatakan, “Karena pupuk nitrat untuk pertanian sendiri tidak mampu diserap dengan baik, maksimal hanya berkisar antara 30 hingga 50% saja, dan sisanya akan menjadi sampah yang harus ditanggung oleh habitat lingkungan hidup. Untuk itu kita membutuhkan sebuah metode yang lebih efisiensi, sehingga mampu menambah jumlah serapan. Kontribusi saya dalam hal ini adalah, sebelum saya pulang kembali ke rumah, saya mampu menemukan sebuah jenis asam nitrat yang dapat melakukan transpor protein, dan selanjutnya saya ‘membuka’ sebuah lembaran baru dalam hal pendayagunaan asam nitrat untuk tanaman.”
Tsai I-fang menjelaskan bahwa dirinya sangat menyukai dunia penelitian lingkungan hidup, gemar mengamati dan selanjutnya mengantar dirinya masuk ke dalam dunia penelitian ilmu pengetahuan dan teknologi terkait. Ia menyebutkan bahwa dalam bidang penelitian tentu kerap akan menemukan kendala dan hambatan, tetapi pada saat berhasil memecahkan dan menemukan hal yang baru, akan menjadi sebauh hal yang menyenangkan bagi dirinya, sehingga semakin menarik perhatian dirinya untuk terus melakukan riset penelitian. Tsai I-fang juga menghimbau agar para generasi muda dapat terus mengejar impiannya, dan mengikuti kata hati.