(Taiwan, ROC) Perihal isu didaftarkannya Taiwan sebagai sebagian dari Tiongkok oleh beberapa perusahaan besar Jerman, Perwakilan Taiwan untuk Jerman Shieh Jhy-wey (謝志偉) mengatakan, dia telah mengirim surat kepada perusahaan-perusahaan tersebut, menuntut mereka melakukan koreksi.
Beberapa perusahaan besar Jerman yang dimaksud Shieh mencakup Lufthansa dan Mercedes-Benz, yang mendaftarkan Taiwan dalam website bahasa Inggris mereka sebagai “Taiwan, China,” dan juga Bosch yang menggunakan sebutan “Taiwan (China)” di websitenya.
“Perusahaan-perusahaan ini tampak jelas mendapatkan tekanan kuat dari Beijing, maka terpaksa menambahkan kata “China” dalam sebutannya untuk Taiwan, karena memang belakangan ini, Daratan Tiongkok mengambil tindakan besar terhadap Taiwan secara global,” tutur Shieh.
Dalam berita bersangkutan, juru bicara Kementrian Luar Negeri (MOFA) Andrew Lee (李憲章) hari Kamis menegaskan, MOFA dan perwakilan-perwakilannya telah meminta pihak bersangkutan untuk mengoreksi tapi sampai saat ini belum menerima balasan.
Meski demikian, rektifikasi sebutan negara Taiwan tetap akan menjadi fokus pekerjaan MOFA.
“Ini adalah fokus pekerjaan MOFA dan kantor-kantor perwakilannya di luar negeri. Kami akan berusaha sepenuhnya untuk merektifikasi nama negara untuk melindungi hak serta martabat nasional,” tutur Lee.