(Taiwan/ROC) --- Kebijakan Taiwan Travel Act yang diusung oleh Amerika Serikat, kini tinggal menunggu proses penandatangan oleh Departemen Eksekutif Amerika Serikat. Kebijakan ini tentunya memperlancar hubungan di tingkat pemerintahan antar Taiwan dengan Amerika Serikat. Terkait dengan Institut Penelitian Keamanan Pertahanan Nasional yang akan dibentuk pada Bulan Mei mendatang oleh Kementerian Pertahanan Nasional (MND), pihak luar menanyakan apakah pihak MND akan mengundang perwakilan dari Amerika Serikat untuk hadir dalam upacara peresmian intitusi tersebut.
Terkait apakah akan mengundang perwakilan Amerika Serikat untuk hadir dalam upacara peresmian Institut Penelitian Keamanan Pertahanan Nasional pada Bulan Mei mendatang, Juru bicara MND, Chen Zhong-ji (陳中吉) pada Selasa (6/3) mengemukakan belum memiliki kepastian. Terlepas dari datang atau tidaknya perwakilan dari Amerika Serikat, Chen Zhong-ji optmis dengan diberlakukannya kebijakan Taiwan Travel Act. Ia menambahkan bahwa tidak menutup kemungkinan untuk menggelar pertemuan antar Menteri Pertahanan Taiwan dengan Amerika Serikat di Washington D.C.
Chen Zhong-ji mengatakan, “Kedua negara pasti akan mempunyai mekanisme lebih lanjut. Tentunya kami akan bersikap optimis. Dan terkait apakah akan melakukan kunjungan ke Washington D.C, hal ini dirasa terlalu dini untuk dibicarakan. Setelah mendapatkan kepastian, maka kami akan segera memberikan informasi lebih lanjut”.
Di sisi lain, terkait dengan “Kebijakan Otoritas Pertahanan Nasional” yang diusung oleh Amerika Serikat pada tahun lalu, pihak luar mempertanyakan apakah MND pada tahun ini akan secara aktif untuk ikut serta dalam Pelatihan Militer Gabungan di Kawasan Samudera Pasifik (RIMPAC). Chen Zhong-ji menambahkan bahwa MND pada tahun-tahun sebelumnya juga aktif untuk dapat bergabung dengan RIMPAC. Ia melanjutkan bahwa MND akan terus berada di pihak yang mendukung keamanan dan perdamaian di kawasan ini.