(Taiwan, ROC) – Guna menunjukkan nilai penting dan partisipasi Taiwan dalam strategi perdamaian di kawasan Asia Timur, organisasi NGO Taiwan, Korea dan Swiss, pada hari Sabtu tanggal 3 Maret secara bersama menggelar forum diskusi perdamaian kawasan Asia Timur pertama. Perdana Menteri William Lai turut hadir dalam upacara peresmian forum diskusi tersebut. Dalam kata sambutannya, PM William Lai menyampaikan bahwa kondisi iklim perkembangan perekonomian di kawasan Asia terus mengalami pertumbuhan, namun dalam hal strategi perdamaian kawasan justru semakin terlihat berbagai kemungkinan terjadinya pertikaian antar satu sama lain. William Lai menyebutkan bahwa Taiwan berupaya semaksimal munhkin untuk turut berperan dalam perkembangan perdamaian di dalam kawasan Asia. Untuk itu, selain akan melakukan penambahan dana anggaran untuk bidang pertahanan keamanan, juga mengharapkan persengketaan di kawasan Semenanjung Korea dapat segera reda. Sementara dalam hubungan antar selat, sikap dari pihak Taiwan tidak akan berubah, khususnya dalam hal melakukan komunikasi dan diskusi dengan pihak Daratan Tiongkok.
Adapun forum diskusi yang digelar selama 2 hari, yakni tanggal 3 dan 4 Maret, selain merupakan forum hasil kerjasama antara organisasi non pemerintah atau NGO Taiwan, Korea dan Swiss, juga dihadiri oleh lebih dari 30 an orang pakar ahli dari berbagai negara lainnya. Forum mendiskusikan masalah langkah dan upaya yang sebaiknya dapat ditempuh guna mewujudkan stabilisasi keamanan dan meredakan persengketaan di kawasan Asia Timur.
PM William Lai mengemukakan bahwa selain adanya pertumbuhan perekonomian di kawasan Asia Timur, namun sikap pemerintah Korea Utara yang menggunakan ancaman bom nuklir juga telah menyebabkan ketegangan di kawasan Semenanjung Korea. Selain itu pihak Daratan Tiongkok juga terus melakukan ekspansi militer hingga ke Laut Tiongkok Selaran dan perairan di Laut Timur, dimana semua hal tersebut turut menambah rasa cemas berkenaan dengan keamanan dan perdamaian setempat. Lai juga menjelaskan mengenai belakangan ini pihak Daratan Tiongkok juga secara agresif ingin membuka jalur penerbangan nomor M503, sehingga secara langsung telah memberikan dampak pengaruh terhadap hubungan antar selat. Oleh sebab itu, semua alasan yang dikemukakan menunjukkan bahwa stabilitas perdamaian di kawasan Asia mjendapatkan ancaman yang cukup besar.
PM William Lai mengatakan, “Di satu sisi kami akan menambah dana anggaran dalam hal pertahanan keamanan, bersama-sama dengan negara-negara di kawasan Asia untuk menjaga stabilitas perdamaian kawasan. Yang ke dua adalah kami akan berupaya semaksimal mungkin memberikan dukungan dalam sikap dan tindakan berkenaan dengan sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa kepada negara Korea Utara. Kami berharap pihak Korea Utara yang menyebabkan kekhawatiran bagi kawasan Semenanjung Korea, dapat segera berakhir dengan cara yang damai, sehingga tidak lagi menimbulkan kecemasan bagi negara-negara lain sekitarnya.”
PM William Lai sekali lagi menyampaikan kebijakan politik berkenaan dengan hubungan antar selat, dan menekankan bahwa sikap bersahabat terhadap pihak Daratan Tiongkok tidak akan berubah, pemenuhan janji juga tidak akan mengalami perubahan, tidak akan menggunakan cara perlawanan seperti masa lalu, tidak akan menerima perlakuan dalam kondisi tertekan. Taiwan berharap hubungan komunkasi dengan pihak Daratan Tiongkok dapat segera dilakukan, termasuk berbagai hal pertukaran pengalaman dan kerjasama, sehingga mampu mendorong tercapainya perkembangan pembangunan di antara kedua belah pihak secara damai.