History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Tsai Ing-wen Hadiri Upacara Peringatan dan Doa Hari Perdamaian 228

  • 01 March, 2018
  • Editor
Presiden Tsai Ing-wen Hadiri Upacara Peringatan dan Doa Hari Perdamaian 228
Presiden Tsai Ing-wen Hadiri Upacara Peringatan dan Doa Hari Perdamaian 228

        (Taiwan, ROC) – 28 Februari merupakan Hari Perdamaian yang diperingati oleh masyarakat Taiwan. Gereja Presbyterian kota Taipei pada hari Rabu tanggal 28 Februari menggelar upacara peringatan dan doa untuk mengenang jasa-jasa dan pengorbanan keluarga besar marga Lin, serta turut mengundang Mantan Ketua Umum Partai DPP Lin Yi-hsiung dan keluarga untuk hadir dalam upacara tersebut. Presiden Tsai Ing-wen didampingi dengan Kepala Yuan Legislatif Su Chia-chyuan, dan Menteri Kebudayaan Cheng Li-chiun, secara khusus turut menghadiri kegiatan upacara peringatan tersebut. Presiden Tsai Ing-wen juga secara khusus memberikan tanda simpati kepada Lin Yi-hsiung, dan dibalas dengan tepukan tangan pada bagian pundak sebagai simbolik tanda terima kasih dan diakhiri dengan saling memberikan pelukan penyemangat.

        Presiden Tsai Ing-wen terlihat mengikuti semua kegiatan dan ritual upacara peringatan dan doa. Tsai selain memberikan salaman pernyataan simpati dan turut berduka kepada setiap anggota keluarga korban tragedi kasus 28 Februari yang hadir dalam upacara tersebut, bersama dengan pendeta gereja untuk memberikan doa kepada arwah para korban tragedi 28 Februari, dengan harapan agar setiap warga negara yang lahir di Taiwan dapat terus mengingat peristiwa yang menjadi catatan sejarah penting di Taiwan di masa yang akan datang. Dengan belajar melalui pengalaman dari para korban dan anggota keluarga korban, berkenaan dengan peristiwa yang sempat melukai hati setiap masyarakat Taiwan, maka dapat menjadi sebuah penyemangat kehidupan di masa mendatang, khususnya dalam perkembangan kehidupan sosial masyarakat Taiwan sendiri.

        Saat Presiden Tsai Ing-wen tiba di tempat pelaksanaan upacara tersebut, juga tampak satu orang yang melakukan aksi protes dengan menebarkan kertas uang sepanjang ratusan meter di luar gereja, dimana kertas uang tersebut biasanya dipergunakan untuk upacara sembahyang bagi yang meninggal dunia, namun akhirnya berhasil diamankan oleh pihak petugas kepolisian setempat. Selain itu, terdapat 2 anggota gereja yang juga melakukan aksi protes di depan gereja, dengan menyerukan “Tidak menghormati umat untuk melakukan ibadah hari Minggu”. Aksi protes tersebut dikarenakan dengan adanya kunjungan dari Presiden, maka aparat keamanan melakukan penjagaan secara ketat di sekeliling lokasi gereja, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan bagi umat yang ingin melakukan ibadah hari Minggu di dalam gereja tersebut. Namun pada akhir upacara, saat Presiden Tsai Ing-wen hendak meninggalkan lokasi, terdengar seruan pemberi semangat bagi Presiden Tsai Ing-wen dari masyarakat yang berada di luar gereja.

Komentar

Terbarumore