(Taiwan/ROC) --- Juru bicara Gedung Putih Amerika Serikat, Sarah Sanders pada Senin (26/2) waktu setempat mengemukakan bahwa apakah Daratan Tiongkok harus memutuskan sendiri terkait dengan penghapusan sistem penguasaan jabatan Presiden. Pernyataan ini diketahui menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, John Mc Cain yang merupakan Senior dari Partai Republik beserta dengan Asosiasi HAM mengutarakan kekhawatirannya.
Sarah Sanders dalam pertemuan pers menjawab pertanyaan dari wartawan Reuters terkait dengan posisi Amerika Serikat. Ia mengatakan bahwa terkait dengan restrukturisasi sistem penguasaan di Daratan Tiongkok merupakan masalah internal, dan Ia juga sangat menghargai posisi dari Daratan Tiongkok. Hal ini juga membangkitkan opini publik terkait akan kuatnya sistem demokrasi dan perkembangan dari nilai universal yang merata di bawah pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Sarah Sanders mengemukakan bahwa dalam masa kampanyenya, Donald Trump terus mengumandangkan akan sistem penguasaan yang demokratis. Perihal Daratan Tiongkok akan melakukan restrukturisasi sistim penguasan, keputusan ini harus dikembalikan kepada Daratan Tiongkok dengan mempertimbangkan sistem yang paling menguntungkan mereka.
Hal sebaliknya diutarakan oleh John Mc Cain dan Freedom House, mereka mengawatirkan akan perubahan sistim kekuasaan Daratan Tiongkok, yang berencana untuk menjadikan Xi Jin-ping sebagai penguasa selamanya di Negeri Tirai Bambu tersebut.
John Mc Cain dalam akun Twitter pribadinya mengutarakan kecemasannya dengan mengomentari status yang diunggah oleh surat kabar New York Times. Ia menuliskan bahwa Amerika Serikat harus dapat mempertahankan nilai universal, menjunjung tinggi kedaulatan negara dan mendukung sistem perdagangan bebas. Jika bukan Amerika Serikat, siapa lagi yang dapat melakukannya. Tentunya hal ini bukan merupakan diktator yang ingin berkuasa selamanya.
Ketua dari Freedom House, Michael Abramowitz melalui sebuah pernyataan tertulis mengemukakan bahwa berita yang diutarakan oleh Daratan Tiongkok tentunya dapat menghembuskan kabar yang tidak baik terhadap sistem demokrasi di Hongkong dan Taiwan. Amerika Serikat cukup lama beranggapan bahwa kemajuan ekonomi yang terjadi di Daratan Tiongkok akan mampu memberikan perubahan bagi kebebasan mereka. Namun rasanya harapan ini hanya akan menjadi mimpi belaka.
Ia juga khawatir bahwa keputusan Beijing tersebut dapat memainkan peran yang tidak relevan terhadap institusi demokrasi.