History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Yang Chin-long: perkembangan teknologi finansial pengaruhi kebijakan moneter

  • 26 February, 2018
  • Editor
Yang Chin-long: perkembangan teknologi finansial pengaruhi kebijakan moneter
Gubernur Bank Sentral Taiwan, Yang Chin-long

(Taiwan, ROC) Perng Fai-nan menjabat sebagai Gubernur Bank Sentral Taiwan selama 20 tahun, pada hari Senin ini tanggal 26 Februari 2018 mengakhiri masa jabatannya. Wakil Perdana Menteri Shih Jun-ji(施俊吉) saat upacara serah terima bertugas sebagai pengawas, dalam sambutannya menyampaikan 5 hal baik dari Perng Huai-nan. Ia juga menekankan, pada tahun ini bulan Januari menerima penghargaan seumur hidup dalam acara Penganugerahan Perbankan Sentral 2018 atas kinerjanya selama 20 tahun, mengangkatnya sebagai pilar nasional dan bukan sekedar pejabat yang telah purna masa baktinya dalam pemerintahan.

Bank Sentral pada tanggal 26 Februari menggelar acara serah terima jabatan gubernur bank sentral, acara dibuka oleh wakil perdana menteri Shih dan menyampaikan, dalam sejarah Taiwan, hanya ada 2 orang yang berkemungkinan dapat menduduki posisinya lebih dari 10 tahun, yakni adalah pemimpin politik di masa pemerintahan otoriter, dan lainnya adalah gubernur bank Sentral Perng Huai-nan. Ia juga menyebutkan, kinerja Perng yang professional, pragmatis dan tekun menjalankan kebijakan sehingga mata uang Taiwan tidak membedakan partai.

Masa jabatan Perng selama 20 tahun, dalam evaluasi penilaian yang digelar oleh majalah finansial selama 14 tahun berturut-turut mendapatkan penilaian A. Shih mengemukakan, nilai 14A menjadi kebanggaan yang unik, merupakan upaya keras Perng tanpa istirahat, berkonsentrasi penuh pada tugasnya hingga memetik penghargaan kehormatan. 5 hal baik yang patut dikenang atas sumbangsih yang diberikan Perng diantaranya adalah dalam kurun waktu 20 tahun rata-rata GDP perkapita tumbuh satu kali lipat, peningkatan mata uang 2,6 kali lipat, harga komoditas yang stabil, fluktuasi kurs yang stabil dan overdrafts bank menurun hingga saat ini mencatat angka 0,28%.

  

Pada masa lalu Perng menghadapi pelonggaran kebijakan mata uang(QE) Amerika Serikat, Gubernur Sentral Taiwan baru menjabat Yang Chin-long楊金龍 sebaliknya menghadapi akhir masa kebijakan ini. Dalam sambutannya Yang mengatakan, pergerakan modal tidak hanya mengganggu stabilitas keuangan ekonomi terbuka skala kecil, namun juga merupakan sekumpulan krisis di beberapa pasar negara berkembang. Oleh karena itu, merupakan tantangan besar bagi bank sentral untuk secara tepat mengurangi dampak pergerakan modal terhadap nilai tukar, suku bunga dan stabilitas keuangan di masa depan.

  

Yang Ching-long (楊金龍) mengatakan, “memberikan dukungan pada infrastruktur manufaktur, tetap mempertahankan efektivitas kebijakan moneter, akan ada kemungkinan dampak yang terjadi dan mempengaruhi stabilitas moneter dan finansial. Di masa mendatang, pihaknya akan menerima gagasan baru ataupun permintaan baru, selain fokus pada perkembangan teknologi finansial yang menjadi tantangan juga aka memperbaiki teknik pengawasan untuk memperkuat keseluruhan pengawasan audit.”

Komentar

Terbarumore