(Taiwan, ROC) – Yayasan Pertukaran Antar Selat atau SEF pada hari Rabu tanggal 21 Februari menggelar kegiatan syukuran dalam rangka Tahun Baru Imlek dengan para pengusaha Taiwan yang melakukan usaha di Daratan Tiongkok. Sehubungan dengan adanya perselisihan berkenaan dengan jalur penerbangan M503 yang terjadi sebelum menjelang masa liburan Tahun Baru Imlek, serta adanya pembatalan penerbangan ke Taiwan dari beberapa maskapai penerbangan milik Daratan Tiongkok, tentu menjadi bahan perhatian dari para pelaku usaha asal Taiwan yang melakukan usaha di Daratan Tiongkok. Kepala SEF Katharine Chang menyampaikan bahwa kegiatan syukuran tersebut dihadiri oleh banyak pelaku usaha asal Taiwan, dan kali ini boleh disebutkan sebagai kegiatan yang terbanyak dihadiri oleh pengusaha Taiwan.
Sehubungan dengan masalah persengketaan jalur penerbangan M503, muncul tepat sebelum menjelang masa liburan tahun baru imlek, sehingga banyak pelaku usaha asal Taiwan yang menampilkan iklan di dalam media publik dengan tema “Saya ingin pulang”. Kepala Asosiasi Perusahaan Investasi Taiwan di Daratan Tiongkok atau ATIEM, Chang Hann-wen saat menerima wawancara dari media menjelaskan bahwa berkenaan dengan persengketaan jalur penerbangan M503, dapat dipertimbangkan untuk memberikan kesempatan bagi ATIEM dalam melakukan negosiasi dengan pihak yang terkait.
Chang Hann-wen mengatakan, “Semuanya mari memikirkan cara untuk melakukan kompromi bersama, jangan biarkan masalah tidak menemukan sebuah kesepakatan final, bahkan kami sempat berpikir, apakah kami dapat maju untuk melakukan negosiasi pembahasan masalah, namun kedua belah pihak tampaknya tidak pernah mengajukan permohonan keinginan untuk melakukan komunikasi awal dengan kami.”
Kepala Asosiasi Pengusaha Taiwan di Kawasan Zhangzhou, Lee Rong-fu menyampaikan bahwa sekalipun negara memiliki sebuah program kerja, maka para pengusaha memiliki tanggung jawab untuk menyesuaikan dan melaksanakannya. Namun sehubungan dengan masalah kasus jalur penerbangan yang terjadi, perusahaan yang dikelolanya juga segera mengajukan jalan keluar pemecahan sebagai solusinya. Untuk itu, pihak pegawai dalam perusahaannya tidak menemukan permasalahan untuk dapat pulang kampung atau kembali ke Taiwan saat terjadinya pembatalan penerbangan menjelang liburan Tahun Baru Imlek dan lain sebagainya.
Sementara itu Kepala Kehormatan Asosiasi Pengusaha Taiwan di Kawasan Fuzhou, Tsai Sheng, saat menerima wawancara dari media menjelaskan bahwa seiring dengan adanya pembatalan penerbangan, maka tentu akan ada pihak yang mendapatkan efek pengaruh, khususnya bagi mereka yang baru memutuskan untuk pulang ke Taiwan saat menjelang liburan tiba, selain itu juga masih ada pengusaha ataupun karyawan asal Taiwan yang terpaksa harus mengeluarkan biaya pesawat yang jauh lebih mahal dikarenakan harus melakukan penerbangan ke kota lainnya terlebih dahulu untuk transit dan baru terbang ke Taiwan.