(Taiwan, ROC) – Pesawat TransAsia dengan nomor penerbangan GE222, pada hari Rabu kemarin tanggal 23 Juli yang membawa 54 penumpang dan 4 awak kapal, saat melakukan pendaratan di lapangan terbang Makong, terjadi kecelakaan dengan mendarat jatuh di atas perumahan penduduk di kampung Xishi, desa Huxi. Pihak perusahaan penerbangan TransAsia pada hari Kamis tanggal 24 Juli mengumumkan kepastian kecelakaan pesawat tersebut yang merenggut nyawa sebanyak 48 orang, sementara 10 orang lainnya luka-luka. Di dalam pesawat naas tersebut terdapat 2 penumpang asing, dan sisanya adalah kewarganegaraan Taiwan. Kementrian Perhubungan dalam waktu singkat juga segera membentuk pusat penanggulangan bencana lintas instansi, dimana pelayanan tersebut langsung dipimpin oleh Menteri Perhubungan Yeh Kuang-shih. Pusat penanggulangan bencana tersebut juga akan mengikutsertakan pihak Yuan Eksekutif bidang keamanan penerbangan, guna mencari tahu penyebab bencana dan menyelesaikan semua permasalahan yang terkait.
Wakil Ketua Biro Administrasi Penerbangan, Lee Wan-lee pada hari Kamis pagi menjelaskan bahwa selain para penumpang dan awak kapal yang menjadi korban, juga mengakibatkan kecelakaan terhadap 5 penduduk setempat.
Sehubungan dengan identitas para korban, Lee Wan-lee menyebutkan bahwa hingga berita ini diturunkan, terdapat 34 identitas korban yang telah dapat dipastikan, pihak Kementrian Kehakiman dan instansi kepolisian juga telah mengutus 7 pemeriksa dari Kaoshiung, 6 pendata dan 2 dokter bidang hukum untuk melakukan pemeriksaan di lokasi terjadinya kecelakaan pesawat tersebut.
Lee Wan-lee mengatakan, “Hingga saat ini, sebelum kami berangkat menuju Penghu, telah dipastikan sebanyak 14 korban yang telah dikeluarkan surat pernyataan meninggal dunia, tetapi masih ada sebanyak 30 korban dan 4 awak pesawat yang hingga kini masih dalam tahap penyelidikan. Artinya masih harus menunggu kepastian data untuk 34 korban lainnya, jika harus dilakukan penyelidikan melalui gigi korban, instansi kepolisian telah mengutus petugas untuk memberikan bantuan terkait.”
Lee Wan-lee juga telah meminta pihak perusahaan penerbangan TransAsia untuk dapat sepenuhnya memberikan bantuan kepada para keluarga korban. Yuan Eksekutif juga telah meminta Kementrian Pertahanan Keamanan Nasional untuk mengutus pesawat militer CI30, guna memberikan bantuan untuk memulangkan ke 7 korban yang selamat ke Taiwan, agar dapat segera diberikan pengobatan yang diperlukan.
General Manager TransAsia, Hsu Yi-tsung pada hari Kamis pagi juga menyatakan permintaan maaf yang sebesar-besarnya, dan menyebutkan akan memberikan sumbangan dana awal sebesar NT$ 200 ribu kepada keluarga korban terlebih dahulu, dan bantuan pemakaman sebesar NT$ 800 ribu.
Dari data yang diperoleh, pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut, bernomor seri B22810, jenis ATR72-500. Usia pesawat adalah 13 tahun, dengan jumlah penumpang sebanyak 54 orang dan 4 awak kapal. Sementara itu, sehubungan dengan pilot pesawat, Li Yi-liang, telah memiliki pengalaman selama 22 tahun dengan waktu penerbangan sebanyak 22.994 jam, sementara wakil pilot pesawat, Jiang Guan-hsing, memiliki pengalaman selama 2,5 tahun, dengan waktu penerbangan sebanyak 2.392 jam. Awak kabin tercatat bernama Guo Gin-wei dan Wu Tzu-ying.