(Taiwan, ROC) Pengunjung Pameran Buku Internasional Taipei (TIBE) 2018 berjumlah kira-kira 530.000 orang, berkurang 8,6% dibandingkan jumlah pengunjung pameran tahun lalu, demikian dilaporkan Yayasan Pameran Buku Taipei selaku pengorganisir TIBE.
Ketua yayasan Chao Cheng-ming (趙政岷) mengemukakan, faktor utama yang menyebabkan berkurangnya jumlah pengunjung TIBE sekitar 50.000 orang banding tahun lalu, adalah cuaca dingin, basah dan lembab, serta terjadinya gempa secara berentetan pada masa berlangsungnya pameran.
Dibandingkan setahun sebelumnya, lanjut Chao, jumlah penjualan pada masa TIBE juga diperkirakan berkurang 10-20%, namun jumlah penerbit yang mengikuti pameran bertambah kurang lebih 10%, sementara jumlah seminar serta kegiatan lain yang digelar juga mencatat peningkatan 27%.
TIBE 2018, dengan Israel sebagai negara tema, telah menarik perhatian dari banyak penerbit manca negara, termasuk dari Jerman, Finlandia, Brasil, Thailand, Jepang, Korea Selatan dan Hong Kong.
Representatif Kantor Ekonomi dan Budaya Israel di Taipei Asher Yarden mengutarakan, kantornya sangat gembira bisa mempersembahkan literatur, pengarang, budaya dan semangat inovasi Israel dalam TIBE yang berlangsung dari 6 Februari sampai hari Minggu kemarin.
Para pengarang Israel yang berpartisipasi dalam pameran buku ini juga sangat terkesan dengan keramahan masyarakat Taiwan, lanjut Yarden.
Sementara itu, Yayasan Pameran Buku Taipei telah mengumumkan bahwa Jerman akan menjadi negara tema TIBE tahun depan.
Merespon pengumuman tersebut, Direktur Jenderal Institut Jerman di Taipei Martin Eberts mengungkapkan, adalah suatu kebanggaan bagi Jerman untuk dipilih sebagai negara tema TIBE 2019, yang sepanjang masa penyelenggaraannya telah meraih kesuksesan berkat kebebasan dan keterbukaan masyarakat Taiwan.