(Taiwan, ROC) – Dunia internasional saat ini tengah memperhatikan kondisi bencana gempa di Hualien. Kementerian Luar Negeri (MOFA) pada hari ini (8/2) pagi mengatakan, di bawah permohonan bantuan pemerintah, pihak Jepang bersedia mengutus 7 pejabat Kementerian Luar Negerinya bersama dengan 2 alat pendeteksi kehidupan High-end untuk membantu Taiwan. Pada pukul 12 siang hari setelah tiba di bandara Songshan, melalui bantuan pihak militer, segera berangkat menuju Hualien. MOFA mengatakan, pihak pejabat Jepang tidak ikut dalam penyelamatan, hanya membantu mengarahkan petugas kita mengoperasikan kedua alat tersebut.
Juru bicara MOFA Andrew Lee (李憲章) pada tanggal 8 Februari mengatakan, pemerintah Jepang berdasarkan permohonan pemerintah Taiwan, mengutus 7 pejabatnya bersama 2 alat pendeteksi kehidupan datang ke Taiwan.
Andrew Lee mengatakan, ketujuh pejabat ini meliputi Kementerian Luar Negeri Jepang, Japan Internasional Cooperation Agency (JICA), Tokyo Fire Department, Tokyo Metropolitan Police Department dan Japan Coast Guard. Usai tiba, segera didampingi 2 pejabat Asosiasi Pertukaran Taiwan-Jepang dan 2 Direktur Asosiasi Hubungan Taiwan-Jepang. Andrew Lee mengatakan, “Ketujuh pejabat ini tidak akan membantu membantu bencana, hanya membantu para petugas kami mengoperasikan alat pelacak, menjadi teknisi dan pembimbing.”
Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe hari ini mengirimkan surat ucapan prihatin kepada Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) terkait kondisi bencana Hualien. Dalam suratnya mengatakan, menyatakan turut perihatin atas gempa yang terjadi di kawasan Timur Taiwan yang menyebabkan bencana besar.
Shinzo Abe mengatakan, disaat berdoa bagi para korban bencana, juga menyampaikan rasa belasungkawa kepada masyarakat. Shinzo Abe dalam Facebooknya juga melampirkan foto dengan tulisan “Bersemangatlah Taiwan”.
PM Jepang mengatakan, saat terjadi gempa 11 Maret di Timur Jepang waktu lalu, ada banyak masyarakat Taiwan yang merupakan sahabat Jepang datang membantu, dan hingga saat ini, ingatan tersebut masih segar di kepala. Beliau mengatakan, di masa sulit Taiwan sekarang, Jepang bersedia memberikan bantuan apapun.
Departemen Luar Negeri Amerika pada tanggal 7 Februari waktu setempat, menyampaikan rasa prihatin atas bencana di Hualien dan mengatakan akan memberikan bantuan jika dibutuhkan. Juru bicara Biro Urusan Asia Pasifik, Kementerian Luar Negeri AS, Michael Cavey pada tanggal 7 dalam respon atas media Taiwan, menyampaikan rasa turut berduka atas keluarga korban. Dia juga mengatakan, Kantor Perwakilan Amerika di Taiwan (AIT) terus memantau kabar terbaru dan juga telah menyampaikan kepada pemerintah setempat, akan memberikan bantuan jika dibutuhkan. Amerika mendukung hubungan persahabatan jangka panjang dengan masyarakat Taiwan.