(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan gempa besar yang terjadi pada hari Selasa malam tanggal 6 Februari pukul 23:50 di kawasan Hualien, pihak Kementrian Luar Negeri atau MOFA pada hari Rabu siang tanggal 7 Februari menyampaikan telah menginstruksikan Divisi Protokol MOFA untuk melakukan koordinasi dengan Pusat Penanggulangan Bencana atau CMOC. Selain itu MOFA juga menugaskan Wakil Kepala Divisi Protokol Lee Yue-rong, dengan didampingi oleh petugas MOFA yang ditempatkan di kawasan Timur Taiwan, untuk melanjutkan tugas pemantauan dan koordinasi di CMOC, sehingga dapat sekaligus memberikan bantuan kepada warga asing yang berada di lokasi bencana.
Berkenaan dengan warga asing yang menjadi korban dalam bencana akibat gempa di Hualien, tercatat sebanyak 31 orang, dimana mayoritas mengalami luka ringan. Salah satu warga asing berasal dari Jepang yang mengalami luka cidera pada bagian pinggang, telah menjalani pengobatan di RS Mennonite Christian Hospital. 3 warga asing yang masih belum dapat dipastikan kewarganegaraannya, mengalami luka ringan. RS Hualien Tzu Chi Hospital sebelumnya tercatat menerima 7 korban berkewarganegaraan Jepang, dimana semuanya hanya mengalami sesak nafas akibat menghisap debu reruntuhan bangunan. 1 buruh migran asal Filipina yang mengalami cidera ringan juga telah keluar dari rumah sakit usai diobati. Untuk RS Hualien Armed Forces General Hospital tercatat menerima 2 korban berkewarganegaraan Ceko yang mengalami cidera ringan. RS Hualien MOHW melaporkan ada 1 warga Jepang yang telah keluar dari RS usai diobati. Pusat Penampungan Gedung Olahraga dilaporkan menerima 2 korban berkewarganegaraan Singapura. Sementara itu dari 13 turis asal Korea, ditemukan 1 yang mengalami cidera, dan telah meninggalkan RS usai diobati. Dari Gedung Yun Men Chuei Di, berhasil menyelamatkan 1 korban berkewarganegaraan Korea dan kini tengah menjalani pengobatan di RS.
Pihak MOFA menekankan telah melakukan koordinasi dengan setiap kantor perwakilan yang ada di Taiwan, dan akan terus memberikan laporan terbaru terkait korban bencana, termasuk bantuan yang diperlukan. Selain itu kantor perwakilan Taiwan yang berada di luar negeri juga terus melakukan pembaruan data terkait korban dan bencana akibat gempa di Hualien.