(Taiwan, ROC) Taipower mengajukan pengaktifan ulang PLTN II, masyarakat luar mempertanyakan janji pemerintah atas negara non-nuklir. PM Lai Ching-de pada hari Selasa ini tanggal 6 Februari 2018 saat menerima wawancara mengatakan, pengajuan pengaktifan kembali oleh Taipower adalah langkah yang normal, terlepas dari PLTN II apakah dapat dioperasikan, pemerintah dengan target tahun 2025 negara non-nuklir tidak akan pernah berubah, pengoperasian pembangkit tenaga nuklir tidak mungkin akan diperpanjang.
Dalam wawancara PM Lai menyampaikan, setelah PLTN II diperbaiki, Taipower akan mengajukan pengaktifan kembali, sementara target sasaran negara non-nuklir tahun 2025 yang dicanangkan Presiden Tsai Ing-wen tidak akan pernah berubah. PM Lai mengatakan, “terlepas dari PLTN II di masa mendatang apakah akan kembali beroperasi, namun sasaran tahun 2025 negara non-nuklir yang dicanangkan Presiden Tsai Ing-wen tidak akan pernah berubah, tidak akan mempengaruhi, dikarenakan aturan hukum kelistrikan yang telah diloloskan, PLTN I PLTN II dan PLTN III tiba waktunya maka akan dihentikan, tidak pernah akan diperpanjang pengaktifan PLTN, agar tahun 2025 dapat mencapai sasaran negara non-nuklir sementara ini usai Taipower memperbaiki PLTN II dan mengajukan pengaktifan ulang, hal ini tidak akan mempengaruhi target menjadi negara non-nuklir.”
Sementara PLTN I masih dalam kondisi non-aktif, di masa mendatang apakah juga dipertimbangkan untuk diaktifkan ulang, PM Lai menjawab, “ini tidak akan pernah terjadi.”
Dewan Energi Atom (AEC) mengemukakan, selanjutnya selain akan melakukan peninjauan atas pengajuan yang disampaikan oleh Taipower, juga akan mengundang pakar dan rekan terkait membentuk tim peninjau, kira-kira 1 bulan, sekitar 5 Februari hingga 5 Maret tim peninjau akan memberikan hasil, guna memastikan kondisi pabrik yang perlu diaktifkan atau tidak, serta apakah ada kebutuhan untuk pengaktifan PLTN.
PLTN II setelah diperbaiki pada bulan Mei 2016 mensuplai listrik, mengalami konslet listrik, walaupun telah mendapatkan laporan dari Taipower, AEC telah selesai menyelidiki, namun belum memberikan laporan kepada Yuan Eksekutif, hingga kini pabrik non aktif telah berjalan 600 hari, AEC mengatakan, pemeriksaan kali ini terfokus pada reparasi mesin apakah sudah terlaksana dengan optimal. Mengenai apakah akan memberikan laporan kepada Yuan Eksekutif, AEC mengatakan, menghormati keputusan Yuan Legislatif.