(Taiwan, ROC) Helikopter UH-60 "Black Hawk" pada tanggal 5 Februari tengah malam menjalankan tugas berpatroli di udara, saat di udara perairan pulau Orchid mengalami hilang kontak, Mendagri Yeh Jiunn-rong pada pagi hari Selasa ini tanggal 6 Februari 2018 menyampaikan, helikopter ada 6 orang, sementara ini selain National Airborne Service Corps(NASC) dikerahkan juga termasuk coast guard, kepolisian, angkatan laut dan angkatan udara untuk melakukan pencarian baik udara, laut dan darat. Mendagri Yeh telah memberikan laporan kepada Presiden Tsai Ing-wen dan PM Lai Ching-de, Presiden Tsai menginstruksikan agar Mendagri Yeh segera menuju ke Taitung untuk memberikan pengarahan penyelamatan di tempat.
Mendagri Yeh mengatakan, pada tanggal 5 Februari pukul 11.00 lebih, setelah NASC menerima laporan kasus penyelamatan ini, satu helikopter UH-60 "Black Hawk" saat menjalankan tugas penyelamatan membawa pasien ke rumah sakit, setelah 3 menit kemudian, kira-kira pukul 11:48, signal yang ditangkap radar tiba-tiba menghilang, sementara ini masih dilacak faktor penyebabnya. Helikopter yang membawa 6 orang diantaranya pilot, co-pilot, ahli reparasi, staf medis, pasien dan keluarga pasien.
Mendagri Yeh(葉俊榮) mengatakan kami saat ini menghadapi kondisi demikian, segera kami lakukan penyelamatan, kami tidak akan menyerah pada kesempatan apapun, selain saya telah melaporkan kepada PM, juga telah memberikan laporan kepada Presiden, Presiden juga menginstruksikan agar saya segera menuju ke lokasi kejadian Taitung mewakilinya memonitor kondisi kasus penyelamatan ini, apapun yang terjadi, kami pasti akan sepenuhnya memberikan pertolongan.”
Juru bicara Kemenhan Cheng Chung-ji(陳中吉) mengutarakan, setelah militer menerima informasi ini, Angkatan Udara mulai subuh hari pukul 1:26 dan 6:56 diutus untuk melakukan pencarian dan penyelamatan, mengutus Sikorsky S-70 dan kapal perang angkatan laut memberikan pertolongan. Terkait dengan helikopter Apache dan Black Hawk berulang kali mengalami kecelakaan, jubir Kemenhan Chen Chung-ji menyampaikan, “menunggu hingga ada beberapa jenis mesinnnya, secara teknisnya akan kami lakukan pemeriksaan ulang, dipastikan terjamin dan aman baru dapat diterbangkan, kali ini jenis mesin Apache dan Black Hawk, yang dipertimbangkan karena aman dan terjamin keselamatannya.”
Mendagri Yeh menekankan, baik pilot maupun co-pilot memiliki latar belakang sebagai tentara angkatan udara, jumlah jam terbang cukup tinggi, juga pernah mendapatkan pelatihan di Amerika, mereka sangat berpengalaman, sementara helikopter juga termasuk yang baru. Hingga saat ini kondisi kejadian ini Mendagri Yeh menjelaskan, sepengetahuannya walaupun lapisan awan agak rendah, jalur penerbangan yang diambil juga relative rendah, namun jarak pandang mencapai 5 ribu meter, sebenarnya tidak ada masalah, hingga saat ini masih belum menerima informasi tentang saat helikopter lepas landas. Mendagri Yeh mengatakan, untuk faktor penyebab secara mendetail masih perlu dipelajari, sementara tindakan yang terpenting adalah penyelamatan, tidak akan pernah menyerah, dalam beberapa waktu ini NASC senantiasa siaga memberikan pertolongan kepada warga.