(Taiwan, ROC) Lee Ching-yu (李凈瑜), isteri aktifis pro-demokrasi Taiwan Lee Ming-che (李明哲) yang dipenjara di Daratan Tiongkok, berangkat ke Jenewa, Swiss, Minggu tengah malam, untuk menyampaikan laporan kepada Konvensi Internasional untuk Perlindungan Semua Orang dari Penghilangan Paksa perihal kondisi Lee Ming-che.
Lee didampingi Sekretaris Jenderal Asosiasi Taiwan untuk Hak Asasi Manusia Chiu Yi-ling (邱伊翎) dan Ketua Pelaksana Covenants Watch Huang Yi-bee dalam perjalanan kali ini.
Wakil Sekjen Asosiasi Taiwan untuk Hak Asasi Manusia Shih Yi-hsiang (施逸翔) hari Senin mengemukakan, tuntutan Lee dan kawan-kawan sangat jelas, yaitu Lee Ming-che, selaku warga Taiwan dan pekerja organisasi non-pemerintah, juga seorang pelindung hak asasi manusia yang diakui Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), seharusnya menikmati perlindungan kemanusiaan dalam kebebasan berbicara.
Shih Yi-hsiang mengatakan, “Kita tidak boleh mentoleransi penghilangan paksa yang dilakukan pemerintah Daratan Tiongkok terhadap Lee Ming-che. Proses pengadilan terhadapnya sama sekali tidak adil. Melalui perjalanan ini, kami akan menegaskan kembali bahwa Lee Ming-che sama sekali tak bersalah, kebebasan berbicara itu sendiri juga tak bersalah.”
Menurut Shih, Konvensi Internasional untuk Perlindungan Semua Orang dari Penghilangan Paksa juga akan diminta untuk memberi tekanan pada Daratan Tiongkok, secepatnya membebaskan Lee, atau setidaknya memberikan hak kunjungan kepada anggota keluarganya.
Untuk diketahui, Lee Ming-che ditahan dan dipenjara oleh pihak Daratan Tiongkok sejak 19 Maret, 2017. Hari yang sama Maret nanti, suatu kegiatan bertema menyelamatkan Lee telah direncanakan digelar untuk meneruskan upaya memaksa Daratan Tiongkok membebaskan Lee dan meningkatkan kesadaran rakyat akan isu ini.