History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Menteri NDC : Zona Percontohan Dan PPJ Adalah 2 Hal Yang Berbeda

  • 23 July, 2014
  • Editor
Menteri NDC : Zona Percontohan Dan PPJ Adalah 2 Hal Yang Berbeda
Menteri NDC

     (Taiwan, ROC) - Menteri Dewan Pengembangan Nasional (ND) Kuan Chung-ming (管中閔) hari ini (23) menyampaikan, Zona Percontohan Ekonomi Bebas dan Perjanjian Perdagangan Jasa (PPJ) adalah 2 hal yang berbeda, Zona Percontohan Ekonomi Bebas adalah berhadapan dengan dunia internasional, sedangkan PPJ adalah berhubungan dengan antar selat. Ia juga mengungkapkan saat ini sudah ada beberapa negara menyambut baik kebijakan.

     Sebelumnya memang PPJ telah menimbulkan perpecahan di dalam negeri, kali ini giliran Zona Percontohan Ekonomi Bebas dicurigai apakah kepanjangan dari PPJ, Menteri Kuang saat menerima wawancara salah satu radio dalam negeri mengklarifikasikan berkali-kali “Zona Percontohan Ekonomi Bebas dan PPJ adalah 2 hal yang berbeda”, bahkan ia juga menaruh curiga ada kalangan yang mencoba untuk menyesatkan publik yang dapat meresahkan masyarakat.

     Ia menegaskan, PPJ adalah Perjanjian Perdagangan Antar Selat, tapi Zona Percontohan Ekonomi Bebas adalah berhadapan dengan dunia internsional, yaitu mengambil cara percobaan per titik bahkan industri yang menjadi pusat promosi di zona itu hampir semuanya tidak diungguli oleh pengusaha Daratan Tiongkok.

     Mengenai Taiwan yang sangat giat dalam mendorong Zona itu, Menteri Kuang mengungkapkan, dari negara-negara di Eropa-Amerika hingga Asia sudah ada yang menyampaikan maksud baik. Ia mengambil contoh, untuk segi pendidikan inovasi, parlemen Eropa sudah menyampaikan minat tinggi melalui Kantor Dagang Uni Eropa, pengusaha di bidang logistik Singapura dan Jepang juga tertarik dengan Taiwan menjadi pusat logistik internasional.

     Oleh karena beberapa waktu dekat ini akan ada kesepakatan bersama antara petinggi Daratan Tiongkok Xi Jin-ping akan presiden Korea Selatan Park Geun-hye yaitu kedua belah pihak akan berusaha semaksimal mungkin agar penandatanganan Perjajian Perdagangan Bebas (FTA) dapat dilaksanakan tahun ini, Menteri Kuan hari juga menyampaikan kekhawatirannya.

     Ia menjabarkan, tumpang tindih ekpor impor Taiwan-Korea Selatan sangat tinggi, selain komoditi yang berhubungan dengan teknologi yang tertuang dalam Perjanjian Informatika menikmati fasilitas bebas tariff namun untuk produk lain seperti garmen, plastic, petrokimia, permesinan, industri optic yang bersaing tinggi dengan Korsel pasti akan terkena imbasnya.

     Diprediksikan, setelah FTA Daratan Tiongkok-Korsel diberlakukan, ekpor Taiwan ke Daratan Tiongkok kira-kira ada 2%~5,4% tergeser oleh produk Korsel, total output yang terkena imbas antara 3~8 miliar dolar AS, tuturnya.

Komentar

Terbarumore