(Taiwan, ROC) – Presiden Tsai Ing-wen pada hari Rabu tanggal 31 Januari menerima kunjungan Kepala Parlemen Kepulauan Solomon, Ajilon Nasiu di Istana Kepresidenan. Dalam kata sambutannya, Presiden Tsai menyampaikan bahwa saat dirinya melakukan kunjungan ke negara Kepulauan Solomon pada tahun lalu, sempat menjelaskan mengenai kematangan sistim demokrasi yang dimiliki oleh Taiwan. Dalam menghadapi kondisi dalam negeri, terkadang terlihat adanya perbedaan pendapat atau perseturuan antar partai politik. Namun jika menghadapi tugas hubungan diplomatik dengan negara lain, maka seluruh masyarakat tentu mengharapkan adanya kesepahaman yang sama baik antara partai yang berkuasa dengan partai oposisi.
Sebelumnya saat Presiden Tsai Ing-wen melakukan kunjungan lawatan ke negara Kepulauan Solomon, tengah terjadi konflik di dalam negara Kepulauan Solomon, dimana hal tersebut juga berkemungkinan akan memberikan pengaruh terhadap rencana kunjungan, khususnya untuk penyampaian pidato yang akan dilakukan oleh Presiden Tsai Ing-wen di depan anggota parlemen setempat. Namun pada akhirnya dapat berjalan dengan lancar, dimana lebih dari 80% anggota parlemen Solomon yang menghadiri acara tersebut.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Taiwan juga memiliki sistim demokrasi yang cukup matang, dalam menghadapi permasalahan dalam negeri, kerap terjadi perdebatan sengit antar partai politik, bahkan sempat juga terjadi baku hantam. Namun dalam menghadapi tugas hubungan diplomatik luar negeri, maka setiap masyarakat mengharapkan adanya satu kesepahaman di antara partai berkuasa dan partai oposisi.”
Sehubungan dengan hubungan persahabatan yang telah terjalin antara Taiwan dengan Solomon, Presiden Tsai menjelaskan bahwa kerjasama telah terjalin cukup lama, khususnya dalam bidang medis kedokteran, teknologi pertanian, pelatihan SDM dan sanitasi serta sumber energi. Pada tahun 2017, Taiwan dan Solomon telah menandatangani nota kerjasama untuk bidang hubungan maskapai penerbangan, MoU kerjasama bidang kepolisian dan cuaca. Pelabuhan Honiara dan Kaoshiung bahkan telah menjadi “Pelabuhan saudara”. Selain itu pada bulan Juni tahun lalu, anggota dewan Yuan Legislatif di Taiwan juga telah mendirikan klub persaudaraan dengan anggota dewan parlemen Solomon.
Presiden Tsai berharap klub persaudaraan tersebut dapat berkembang dan melakukan kerjasama yang lebih intensif di kedepannya. Tsai juga mengharapkan suara dukungan dari Solomon bagi Taiwan dalam rapat di Perserikatan Bangsa-Bangsa, membantu Taiwan agar dapat terus melakukan interaksi dalam kancah internasional.